Home » » Hasil UKG Tahun 2015 Akan Dikirim Ke Sekolah Dan Orang Tua Siswa

Hasil UKG Tahun 2015 Akan Dikirim Ke Sekolah Dan Orang Tua Siswa

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Tidak terasa sebentar lagi mungkin sebagian Bapak Ibu Guru akan mengikuti tes Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015 yang akan diadakan serentak oleh Pemerintah. Tentunya Bapak Ibu Guru yang mengikuti UKG Tahun ini sudah pasti mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang agar mendapatkan hasil nilai yang memuaskan.

Siapa sich yang tidak kepingin mendapatkan nilai baik ketika ujian?... pasti Bapak Ibu Guru semua menginginkannya. Hehe

Ohya menurut informasi yang admin dapatkan dari portal resmi Kemdikbud bahwa hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015 ini nanti bakal dikirim ke Sekolah dan Orang Tua Siswa.

Hal ini menyambut usulan dari beberapa pihak agar hasil uji kompetensi guru (UKG) bisa dikirim ke sekolah dan orang tua siswa sehingga sekolah dan orang tua siswa mengetahui kompetensi guru-guru di sekolah.

Uji Kompetensi Guru
UKG

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan bahwa UKG dijadikan sebagai potret atau pemetaan kompetensi guru, yang hasilnya juga bisa diketahui orang tua siswa. "Sampaikan aja ke siswa atau ke orang tua. Supaya mereka juga tau, ini memang sekolahnya bagus. Ini perlu didorong. Buktinya di sini tadi ada yang bilang ikut UKG tidak serius. Guru asal-asalan karena tidak ada pengaruhnya (ke tunjangan profesi)," ungkapnya.

Bapak Sumarna Surapranata mengatakan, tahun lalu ada sekitar 1,6 juta guru yang mengikuti UKG. Dari jumlah itu, hanya 192 guru yang mendapatkan rentang nilai 90-100. Sedangkan nilai rata-rata nasional hanya 42.
Baca Juga : PerubahanTunjangan Profesi Guru (TPG) menjadi Tunjangan Kinerja
Sedangkan menurut Kepala Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, A.T Soegito, bahwa selama ini Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau program sertifikasi belum sejalan dengan kompetensi Guru. TPG yang diterima Guru tidak disertai dengan peningkatan kualifikasi atau kompetensi mengajar. Menurutnya ada tiga hal pokok yang seharusnya berhubungan, yaitu kelulusan uji sertifikasi, peningkatan kesejahteraan, dan peningkatan kualitas dan profesionalisme.

Nah mungkin itu dulu informasi yang dapat admin sampaikan pagi ini. Terlaksana atau tidaknya rencana Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud untuk menyampaikan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) ke pihak Sekolah dan Orang Tua siswa kita lihat saja nanti. Yang jelas tanpa adanya rencana tersebut pun admin yakin bahwa Bapak Ibu Guru peserta UKG sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan nilai yang terbaik dalam UKG Tahun ini.

Akhir kata, semoga Peserta UKG Tahun 2015 ini diberi kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan soal-soal yang dikompetisikan, sehingga mendapatkan Nilai yang maksimal. Amin…

Terima Kasih, Mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan. Salam Santun Dunia Pendidikan Indonesia, dan Wassalam.
Previous
« Prev Post

2 komentar:

  1. Guru muda yang belum lama lulus dari Universitas LPTK (keguruan) dan Universitas non LPTK (non keguruan) yang ikut UKG 2015 juga menurut pantauan saya pribadi nilainya banyak sekali yang hanya mampu menjawab benar sekitaran 50-60 dari 100 soal UKG, atau bahkan kurang dari itu. Tidak signifikan bedanya dengan hasil UKG 2015 guru2 senior, alias podho wae - sami mawon. Berarti kalau menjustifikasi bahwa para guru tersebut kualitasnya jelek -berdasarkan rendahnya perolehan hasil nilai UKG 2015nya- apakah tidak sama saja dengan mempersoalkan kualitas dosen dan kredibilitas Universitas-universitas pencetak guru-guru tersebut? Khusus untuk guru yang PNS, apa juga sama artinya dengan meragukan validitas dan realibilitas test CPNS seleksi masuk guru2 yang PNS tersebut, sehingga tidak mampu mendapatkan input guru PNS yang kompeten. Tertuduh yang lain adalah proses sertifikasi guru atau PLPG. PLPG yang memang cuma sebentar apakah berarti patut dipertanyakan kualitasnya, termasuk juga ujian akhir pasca PLPG untuk mendapatkan sertifikasi guru juga akan diragukan. Karena faktanya bahwa guru yang sudah sertifikasi, perolehan nilai UKG 2015nya juga pada umumnya lebih jelek dari guru2 muda yang belum sertifikasi. Jika tidak demikian, lalu apakah permasalahnya mungkin di instrumen test/test UKG 2015nya itu sendiri?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar kata Anda Bpk Nugroho, Pada dasarnya tujuan diadakan UKG hanya untuk pemetaan Pegawai saja. Dan UKG juga tidak mampu menggambarkan kemampuan guru secara utuh. Selain itu UKG tidak bisa digunakan untuk menguji kepribadian guru, sebab yang diujikan hanya kemampuan pedagogik dan profesionalitas saja. Padahal guru mempunyai empat kemampuan yang seharusnya dinilai yakni pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Dua aspek terakhir ini tidak bisa dinilai oleh UKG dan sangat mempengaruhi kinerja guru.

      Delete