Home » » Bapak Maman Supratman, Guru Honorer Yang Telah Berusia 75 Tahun Terima Penghargaan

Bapak Maman Supratman, Guru Honorer Yang Telah Berusia 75 Tahun Terima Penghargaan

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Adalah Bapak Maman Supratman seorang guru dari SMP Negeri Pondok Gede, Bekasi yang sudah 40 tahun mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan . Beliau menjadi salah satu di antara beberapa Guru yang mendapat piagam penghargaan di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Di usia yang sudah menginjak 75 tahun, semangat pria dengan sembilan cucu dan tiga buyut ini tak surut, padahal batas pensiun seorang guru ada di usia 60 tahun. Tidak ada kata patah semangat untuk menyalurkan ilmu kepada anak-anak didiknya.

"Kalau masih kuat, saya ingi terus tetap mengajar," ujar Maman kepada Tribunnews.com di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (13/12/2015).

Sudah sekitar 38 tahun Bapak Maman menjadi tenaga honorer. Pertama kali mengajar, tepatnya pada 1977 Bapak Maman mengajar di bidang kesenian, fisika, dan elektro.

Bapak Maman Supratman, Guru Honorer Yang Telah Berusia 75 Tahun Terima Penghargaan
Maman Supratman
"Dulu waktu 1977 saya dibayar Rp 9 ribu. Mengajar tiga kelas, lebih bahkan. Dan itu saya ngajarnya borongan, kesenian, fisika, dan elektro. Kalau sekarang ngajarnya seni dan budaya," kata pria yang memiliki anak lima ini.

Saat ini, Beliau mendapat tunjangan sebesar Rp 1,5 juta. Tapi Beliau tidak terlalu memusingkan nominal uang yang didapatnya. Yang terpenting, katanya, adalah tetap bisa mengajar.

"Ya masih kurang untuk tenaga honorer. Tapi itu saya nomor duakan, karena yang terpenting adalah anak-anak didik saya," ujar Guru yang mengajar di Seolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Pondok Gede, Jakarta Timur.

Beliau enggan mengkritisi Pemerintah soal honor yang didapatnya. Kalau pun ada kepincangan dalam pendapatan yang diterimanya, kata Bapak Maman, "Enggak apa-apa memang sudah nasib," ungkapnya.

Bapak Maman bercerita, tidak sedikit yang bernasib sepertinya. Di Pondok Gede saja ada berkisar 20 guru lainnya, yang telah berumur terbilang tua, tapi masih menjadi tenaga honorer.

"Selain saya, di Pondok Gede saja ada lebih dari 20 orang. Cuma paling tua dan paling lama ya saya. Tapi yang terpenting saya mengabdi saja kepada pemerintah dan kepada sekolah," kata pria yang telah memiliki sembilan cucu ini.

Kini dirinya merasa senang dengan anak-anak didiknya yang telah menjadi dokter, insinyur, direktur, kepala sekolah, bahkan ada yang menjadi seorang jenderal. Tapi apa yang membuatnya bertahan menjadi guru hingga saat ini?

"Ya mungkin karena ada hubungan dengan anak murid itu lain, membantu sesama manusia," tutupnya.

Bapak Maman Supratman mendapat "Piagam Penghargaan Atas Dedikasinya Yang Luar Biasa dalam Melaksanakan Tugas Profesional untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan". Penghargaan diberikan langsung dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia.

Demikian informasi yang dapat admin Kolom Edukasi sampaikan, semoga semangat dan dedikasi Bapak Maman Supratman yang luar biasa pada dunia pendidikan dapat menginspirasi kita sebagai generasi muda yang masih terus belajar dan harus belajar. (Tribunnews)

Terima kasih atas kunjungan Anda di blog yang sederhana ini, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan. Wassalam.
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment