Home » » Indonesia Kekurangan Guru

Indonesia Kekurangan Guru

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi Anda pengunjung setia Kolom Edukasi. Semoga semuanya selalu sehat dan tetap semangat beraktivitas sebagaimana biasanya.

Sebagaimana diberitakan Antaranews, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin mengharapkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memprioritaskan rekrutmen guru di seluruh Indonesia.

Menurutnya Indonesia saat ini kekurangan guru. Selain itu kekurangan guru juga merata di luar Jawa. Di Pulau Jawa, kekurangan guru juga masih terjadi. "Waktu kunjungan kerja ke Indramayu, di sana juga kekurangan 300 guru," katanya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah memerhatikan hal tersebut dan menjadikannya prioritas untuk memperbaiki kondisi pendidikan ke depan.

"Bukan hanya rekrutmen PNS di pemerintah daerah atau pemerintah pusat, rekrutmen guru menyangkut masa depan generasi penerus bangsa," katanya.

Menurut dia, kurangnya guru membuat daerah sulit meningkatkan sumber daya manusia. Akibatnya, kesenjangan sumber daya manusia di Jawa dan Luar Jawa semakin lebar, ketimpangan pembangunan juga semakin besar.

"Jangan sampai, seperti kita dulu, ditanya dari universitas mana, universitas daerah, langsung diremehkan, di cap kurang berkualitas sama perusahaan," katanya.

Tanpa mutu pendidikan di daerah, menurut dia, diskriminasi dalam lapangan pekerjaan terhadap orang-orang yang mendapatkan pendidikan di pelosok juga semakin kuat. "Ini yang tidak kita inginkan, dan ini yang harus mulai dirubah," katanya.

Indonesia Kekurangan Guru
Guru


Sementara disisi lain Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru RI, Sulistyo, menyatakan saat ini Indonesia kekurangan 520.000 guru dan jumlah itu akan terus bertambah saat ribuan guru Inpres memasuki masa pensiun pada tahun 2018-2023.

"Di seluruh Indonesia kekurangannya mencapai 520 ribuan, itu pada 2015 ini. Yang pensiun 400 ribu orang " kata Sulistyo.

Kekurangan guru terjadi di seluruh Indonesia, baik kota besar dan kecil. Dan jumlah guru akan semakin berkurang pada tahun 2018 sampai 2023, saat puluhan ribu guru yang ditugaskan melalui Instruksi Presiden di seluruh Indonesia memasuki pensiun.

"Guru Inpres tahun 1974 sampai 1975 pensiun besar-besaran pada 2018 sampai 2023," kata pria yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah RI itu.

Namun, berkurangnya jumlah guru belum dibarengi dengan upaya pemerintah untuk menambah tenaga pengajar. Sulistyo menilai pemerintah belum serius menambah jumlah guru. "Memang melihat ada rencana pemenuhan guru, tapi kurang bagus. Tidak ada pengangkatan," kata dia.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komite III DPD RI, Hardi Selamat Hood berharap pemerintah bergerak cepat untuk menambah jumlah guru demi kelangsungan pendidikan anak-anak.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Yatim Mustafa menyatakan sekira 1.000 orang guru yang mengabdi di provinsi itu memasuki masa pensiun pada 2018.

Rata-rata guru pensiun pada 2018, karena kebanyakan guru yang mengajar di Kepri merupakan guru tugas Inpres yang didatangkan dari daerah lain pada masa orde baru. Sehingga usia pensiunnya pun serentak.

Pemprov sudah melakukan berbagai antisipasi untuk mengatasi kekurangan guru pada 2018, meski tidak akan cukup untuk mengisi seluruh kekosongan yang ditinggalkan guru pensiun.

Antisipasi yang dilakukan Pemprov Kepri antara lain menyekolahkan 100 orang anak Kepri pada jurusan keguruan di perguruan tinggi.

"Kami sekolahkan 100 orang guru bidang IPA, SLB dan Kejuruan. Tahun ini tamat, semuanya beasiswa," kata dia. Bila sudah menyelesaikan pendidikannya, guru muda itu akan ditempatkan di berbagai sekolah.

Selain itu, kekurangan guru juga saat ini ditutupi dengan adanya tenaga PTT dari sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air.

Demikian informasi yang dapat admin bagikan kali ini, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan.

Semoga dengan adanya kekurangan Guru di Indonesia membuat pihak Pemerintah, dalam hal ini Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mempertimbangkan kembali untuk membuka rekrutmen guru di seluruh Indonesia, sehingga antisipasi kekosongan Guru ke depan dapat teratasi. Terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

2 komentar:

  1. Wah,ternyata jumlah guru di indonesia masih kurang.
    Semoga tahun 2016 nanti guru di indonesia lebih banyak dan berkualitas.
    Kunjungi juga www.tokoedukasi.com

    ReplyDelete