Home » » Ucapan Orangtua Berpakaian Kotor Itu Membuat Semua Orang Terdiam dan Malu

Ucapan Orangtua Berpakaian Kotor Itu Membuat Semua Orang Terdiam dan Malu

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera bagi Anda pengunjung setia Kolom Edukasi di manapun berada. Semoga selalu dalam keadaan sehat amin.

Saat itu tepat pukul 07.30 pagi, orang tua murid mulai masuk ke dalam ruangan kelas di sekolah. Beberapa orang tua terlihat penuh sopan santun, ada juga orang tua yang kelihatannya sombong, ada juga yang terlihat sangat berhati-hati. Pada saat guru mulai menutup pintu dan mulai berbicara, pintu yang baru saja ditutup terbuka kembali perlahan-lahan, seorang pria paruh baya, badannya kotor penuh dengan debu muncul dibalik pintu. Dengan wajah yang tersenyum dia meminta maaf karena datang terlambat.

Ucapan Orangtua Berpakaian Kotor Itu Membuat Semua Orang Terdiam dan Malu
Ilustrasi Pria Paruh Baya

Kehadirannya menarik perhatian orang tua murid lainnya. Dia mengenakan pakaian kerja yang sudah luntur serta penuh bercak cat. Celananya pekat dengan debu, dia memakai sepatu boot yang penuh dengan lumpur. Dia kelihatan seperti baru pulang dari kerja bangunan.

Guru itu berkata: "Permisi, Bapak siapa?" Pria paruh baya itu berkata: "Saya ayahnya Aminudin" Guru itu terlihat kaget, tapi segera meminta pria itu menandatangani buku kehadiran.

Dengan muka tertunduk pria paruh baya itu berkata: "Maaf, Pak Guru, saya tidak dapat membaca dan menulis..." Para orang tua murid lainnya terdengar ada yang mulai menertawakan, sang guru tersebut pun berkata dengan bijak: "Tidak apa-apa, saya yang akan membantu Bapak tanda tangan.”

Kemudian guru tersebut mulai menjelaskan, tujuan diadakannya rapat orang tua murid adalah supaya setiap orang tua dapat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana cara mendidik anak serta kesannya selama mendidik anak.

Ada 2-3 orang tua murid membagikan pengalaman mereka dalam mendidik anak-anak mereka, yaitu bagaimana mereka mendidik anak mereka dengan ketat supaya mereka mau menulis pr mereka, membantu anak-anak mereka mencarikan guru les tambahan, dll.

Pada saat guru tersebut meminta ayah dari Aminudin untuk berbicara, ia memperkenalkan, "Aminudin adalah seorang murid teladan dengan nilai terbagus di kelas. Pelajaran matematika selalu mendapat nilai terbaik, ia tidak pernah terlambat, selalu hormat pada gurunya dan bersikap baik terhadap teman-temannya. Mari sama-sama kita dengarkan bagaimana ayah dari Aminudin mendidik putranya."
Baca juga kisah inspiratif lainnya : Raeni, Anak Tukang Becak itu Kini Kuliah di Inggris
Mendengar penjelasan guru tersebut tidak sedikit orang tua murid yang kaget. Bapak yang tidak terpelajar namun mempunyai anak yang hebat.

Ayah Aminudin dengan agak sedikit canggung mulai berjalan ke depan. Ia sedikit tertunduk, tidak begitu berani menatap mata para orang tua murid lainnya. Lalu ia berkata:

Saya hanya orang biasa, saya suka melihat anak saya mengerjakan PR nya. Setiap kali sepulang kerja, tidak peduli seberapa capeknya saya, saya pasti akan duduk di samping dia untuk melihatnya mengerjakan PR yang ada.

Suatu hari, anak saya bertanya kepada saya, "Ayah, setiap hari melihat saya mengerjakan PR, apa Ayah mengerti apa yang saya kerjakan?" Saya berkata "Ayah tidak mengerti." Kemudian anak saya bertanya: "Ayah, jika Ayah tidak mengerti bagaimana Ayah tahu saya mengerjakannya dengan benar atau tidak?"

Saya berkata: "Jika kamu mengerjakannya dengan cepat, maka Ayah tahu bahwa soal ini sangat mudah; jika kamu menyalakan kipas angin, mengambil minum, maka Ayah tahu bahwa soal tersebut susah."

Saya yang hanya seorang buruh bangunan, suatu kali saya mengangkat wajah saya dan melihat bangunan tinggi yang saya bangun, saya bertanya kepada anak saya, apakah kamu mau tinggal di rumah yang tinggi, yang besar, rumah yang indah? Mengendarai mobil bagus? Anak saya menganggukkan kepalanya.

Saya berkata: "Oleh karena itu kamu harus belajar dengan baik."

Saya tidak sekolah, tidak dapat membaca dan menulis, saya tidak tahu bagaimana cara-cara hebat mendidik anak. Saya hanya suka bercakap-cakap dengan anak saya. Anak saya senang jongkok di samping saya pada saat saya bekerja. Saya tidak memberikan uang jajan kepada anak karena memang upah saya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan kami sehari-hari. ia tidak bermain internet, juga tidak minta yang macam-macam. Dia sering di rumah membantu saya mencuci pakaian.

Setelah selesai berbicara, dia membungkuk untuk memberikan hormat kepada sang guru. Orang tua murid lainnya terpaku tak bergeming, hati mereka sangat tersentuh oleh perkataannya. Orang-orang yang tadi menertawakannya pun diam seribu bahasa, mereka tertunduk malu karena telah meremehkan pria paruh baya yang berpakaian kotor dan lusuh tersebut.

Ayah Aminudin ini meskipun tidak mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak dalam keadaan ekonomi yang cukup, tetapi ia sangat hormat kepada guru. Dia juga senang menemani anaknya. Ini adalah caranya bagaimana dia berhasil dalam mendidik anak.

Demikian secoret cerita hikmah yang dapat admin bagikan, semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan. Terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

6 komentar:

  1. Orang Tua Hebat Bukan Mesti Dari Kalangan Pejabat

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Ibu Wahyuni Susanti, banyak kita jumpai anak-anak yang pintar meski dari golongan biasa bahkan dari keluarga "maaf" kurang mampu.

      Delete
  2. subhanallah .... brebes gue ..hehehe ..trimakasih pelajarannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mas Sugeng Widodo ; meski hanya sebuah cerita, tapi isinya mengandung hikmah yang luar biasa.

      Delete
  3. Replies
    1. Inggeh Bapak Anam Choirul, Terima kasih telah berkenan mampir di sini :)

      Delete