Home » » Waspada Terhadap Virus Zika

Waspada Terhadap Virus Zika

Assalamu'alaikum.wr.wb.

Salam bahagia dan sejahtera bagi Anda pengunjung setia Kolom Edukasi di manapun berada. Semoga semuanya selalu dalam keadaan sehat amin.

Beberapa hari terakhir ini hujan mengguyur hampir di seluruh wilayah Indonesia. Bahaya penyakit yang dihadapi saat musim hujan yakni DBD (Demam Berdarah Dengue) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.

Selain DBD, resiko penyakit lainnya dari gigitan nyamuk tersebut yakni virus Zika. Penyebaran virus Zika sedang terjadi di Amerika latin, terutama di Brasil dan Kolombia.

Waspada Terhadap Virus Zika
Ziika Forest

Beberapa media nasional memberitakan penyebaran virus ini juga sampai ke Eropa dan Asia. Departemen Kesehatan RI dalam siaran pers-nya telah mengonfirmasi bahwa belum ada kasus virus Zika di Indonesia di akhir 2015 dan awal 2016 ini.

Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap virus tersebut karena pembawa virus yakni gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Selain virus Dengue dan Zika, nyamuk aedes aegypty juga membawa virus Chikungunya.

Apa sebenarnya virus Zika? Dikutip dari situs www.depkes.go.id, Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.

Penularan virus Zika melalui gigitan nyamuk Aedes. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan. Karena itulah, semua orang yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika memiliki resiko untuk terinfeksi, termasuk ibu hamil. Dalam beberapa laporan, Virus Zika memiliki resiko penularan dari ibu hamil kepada janinnya selama masa kehamilan.

Ibu hamil yang terinfeksi virus Zika beresiko anaknya terlahir mikrosepalis (kepala mengecil). Namun, departemen kesehatan menegaskan bahwa belum ada bukti yang kuat tentang hal tersebut. Seperti infeksi virus pada umumnya, virus Zika memiliki gejala demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, nyeri sendi, dan nyeri otot.

Waspada Terhadap Virus Zika
Nyamuk Pembawa virus Zika

Beda dengan infeksi virus Dengue, pada infeksi Zika, mata akan terlihat merah karena mengalami peradangan konjungtiva. Pasien juga akan merasakan sakit kepala.

Pada beberapa kasus Zika terjadi ganguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari. Penyakit ini kerap sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis dalam tempo 7-12 hari.

Hingga saat ini belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga pengobatan berfokus pada gejala yang ada. Karena itulah, jika terinfeksi virus Zika, disarankan untuk segera beristirahat yang cukup, konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi, minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri, jangan mengonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflamation) lainnya dan segeralah berobat ke pelayanan kesehatan terdekat.

Untuk mencegah penularan virus Zika, dapat melakukan hal sebagai berikut:

1. Hindari kontak dengan nyamuk

2. Lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dan sebagainya)

3. Melakukan pengawasan jentik dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)

4. Meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti diet seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, dll.

5. Pada wanita hamil atau berencana hamil, lakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, baju berwarna cerah dan hindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum atau deodoran. (Bunga Kusuma Dewi – sahabatkeluarga)

Demikian informasi tentang virus Zika yang dapat admin sampaikan, semoga bermanfaat dan menjadi perhatian kita, terutama dalam menjaga lingkungan sekitar dari munculnya jentik virus Zika.

Sekian, terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment