Home » » Tips Mengatasi Anak Bosan Belajar

Tips Mengatasi Anak Bosan Belajar

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Bosan belajar adalah topik yang jarang dibahas dalam seminar mengenai pendidikan anak. Bosan belajar biasanya dialami anak pada usia 7 – 13 tahun atau bila mengacu pada buku Anak Bukan Kertas Kosong, termasuk fase Belajar Mendalam. Anak pada usia tersebut seringkali tidak lagi menjadi fokus kekhawatiran orangtuanya. Akibatnya, anak seringkali harus menyelesaikan sendiri persoalan bosan belajar yang dirasakannya sehingga bertumpuk dan menimbulkan persoalan ketika anak beranjak remaja awal.


Tips Mengatasi Anak Bosan Belajar


Padahal bosan belajar itu adalah respon manusiawi anak terhadap suatu tujuan dan cara belajar atau kondisi fisik dan psikologisnya. Jadi ketika orangtua menghadapi anak bosan belajar maka yang penting dilakukan adalah jeda, menunda semua penilaian terhadap anak. Karena sangat sering terjadi ketika anak bosan belajar, orangtua langsung bersikap reaksioner dan menuduh anak sehingga semakin memperburuk keadaan. Atau bisa juga orangtua tetap memaksa anak belajar yang hasilnya justru anak semakin merasa terpaksa belajar.
Baca juga : Tujuh Kesalahan Orantua dalam Menggali Potensi Anak
Ada beberapa kemungkinan penyebab anak bosan belajar yang dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu:

Tujuan belajar

  • 1. Tidak ada tujuan belajar. Seringkali dalam proses belajar, pendidik tidak menjelaskan tujuan belajar. Anak dianggap sudah seharusnya belajar, ada atau tidak ada tujuan belajar. 
  • 2. Tujuan belajar tidak jelas. Mungkin ada tujuan belajar, tapi tujuan belajarnya terlalu abstrak bagi anak karena tujuan belajar dirumuskan dengan kalimat abstrak. 
  • 3. Tujuan belajar tidak relevan. Mungkin ada tujuan belajar dan jelas. Tapi bagi anak, tujuan belajar itu tidak relevan, tidak terkait dengan minat, kebutuhan atau persoalan yang dihadapinya. Bisa jadi tujuan belajar ditetapkan hanya oleh pendidik, tanpa meminta masukan dan persetujuan dari anak. 
  • 4. Tidak ada kesepakatan mengenai sasaran belajar. Bisa jadi tujuan belajar telah dikomunikasikan pada anak, tapi tujuan belajar itu tidak diwujudkan menjadi sasaran belajar yang dilengkapi dengan dukungan dan konsekuensi. Atau bisa jadi ada kesepakatan belajar tapi tidak ditulis dan ditempel di tempat yang mudah didilihat. 

Cara dan Kondisi Belajar
  • 1. Cara belajar yang tidak nyaman. Bila cara belajar tidak sesuai dengan profil kecerdasan majemuk, anak cenderung membutuhkan energi banyak dalam melakukan pembelajaran. 
  • 2. Anak tidak tertarik dengan konten dan cara belajar. Karena belajar tidak diawali dengan menarik minat anak terhadap konten dan cara belajarnya. 
  • 3. Anak tidak merdeka belajar. Anak tidak bisa memilih waktu, cara dan tempat belajar. Bagi anak, belajar seolah jadi kekangan, bukan kenikmatan. 
  • 4. Anak tidak merasakan pengalaman seru selama belajar. Ada dua kemungkinan, tantangan belajar terlalu rendah atau terlalu tinggi dibandingkan kemampuan anak. Bila terlalu rendah, anak seolah mengerjakan aktivitas rutin yang membosankan. Bila terlalu sulit, anak bisa merasakan tekanan atau stress belajar. 
  • 5. Anak kurang mendapatkan apresiasi. Anak sudah giat belajar, tapi pendidik tidak memberi kesempatan pada anak untuk menceritakan pengalaman belajarnya. 
  • 6. Anak kurang mendapat umpan balik. Anak sudah mencapai capaian belajar tertentu tapi tidak ada umpan balik dari pendidik. Jadi seolah capaiannya itu percuma saja. 
  • 7. Anak tidak punya teman yang fokus belajar pada bakat yang sama. Jadi seolah anak sendirian menghadapi kesulitan belajar, tidak ada teman untuk berbagi 
  • 8. Anak tidak merasakan kemajuan belajar. Pendidik tidak merefleksikan proses dan hasil karya anak. Akibatnya, kemampuan belajar anak tidak berkembang sehingga kesulitan menghadapi tantangan belajar yang kesulitannya terus bertambah. 

Kondisi fisik dan psikologis
  1. Anak merasa lelah. Anak telah melakukan aktivitas yang menguras energinya sehingga tidak lagi punya energi untuk belajar.
  2. Anak mempunyai persoalan. Persoalan bisa besar, bisa kecil tapi yang jelas mengganggu konsentrasi belajar anak. 
  3. Anak merasa sakit. Anak mungkin merasa sakit pada salah satu anggota badannya. 

Jadi cara mengatasi anak bosan belajar adalah menemukan kemungkinan penyebabnya. Dari sejumlah penyebab di atas, mana yang sekiranya dialami oleh anak. Bila persoalannya telah diketahui, orangtua bisa mengajak anak menemukan solusi untuk mengatasi persoalan itu.

Kembali ke pertanyaan di awal tulisan ini: Jika sudah menemukan bakat anak…apakah kita wajib terus mengasah bakat anak meskipun terkadang anak bosan belajar atau lelah? Jawabannya tentu tidak.

Orangtua harus sejenak jeda, memahami kebutuhan dan emosi anak, dan mengajak anak mencari solusi untuk mengatasi kebosanan belajar itu. Belajar dalam kondisi bosan tidaklah efektif. Lebih baik mengatasi dulu rasa bosan itu sebelum melanjutkan proses belajar. #Temankita

Demikan Tips Mengatasi Anak Bosan Belajar, semoga bermanfaat, terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

30 komentar:

  1. para orang tua harus lebih memperhatikan aktifitas belajar anak anaknya mas ,kalau tidak maka di khawatirkan proses belajar anak cenderung turun mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Anda benar sekali Mas Asnaji Cs, apalagi kalau didampingi orangtua, anak-anak akan merasa nyaman belajarnya

      Delete
  2. anak memang sering mudah bosan belajar dibanding semangat untuk bermain,
    tips yang berguna, smoga bisa menrapkan ke anak2

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, iya Bang Wong Crewchild; terima kasih juga telah berkunjung ^_^

      Delete
  3. wah iya mas... anak saya kadang bosan untuk belajar... tapi dengan adanya tulisan ini akan saya cari penyebabnya anak saya bosan belajar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. pasti nanti ketemu juga Mas Mang Yono, apalagi Anda yang selalu ada di dekat anak-anak he :D

      Delete
  4. Anak2 jaman sekarang sudah tahu dengan teknologi baru seperti games online, dan akhirnya anak2 jadi bosan untuk belajar maunya bermain terus ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Om Kang Mhan... untuk itu, pengawasan orangtua sangat dibutuhkan jaman sekarang ini, apalagi kalau si anak sudah mengenal game online baik di hp maupun PC.

      Delete
  5. ketika anak bosan belajar maka sepertinya harus diterapkan beberapa metode lain supaya anak anak tidak jenuh dan merasa kebosanan ya mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mas, yang dewasa kayak kita saja kadang jenuh dengan pekerjaan sehari-hari, apalagi anak-anak hehe...

      Delete
  6. Oke, mungkin bisa saya terapkan sedikit-sedikit.

    Ternyata banyak faktor yang mempengaruhi mengapa bosan saat belajar.

    ReplyDelete
  7. Wah sepertinya peran orang tua disini sangat vital yang mas untuk mempengaruhi semangat belajar anaknya.

    ReplyDelete
  8. kalo saya mengajak anak belajar sambil bermain Mas :)
    pintarnya dapat, senangnya juga dapat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sipp Mbak Irawati Hamid, ibarat pepatah; sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui hehe :D

      Delete
  9. super mas, anak saya bnaget. tambah ilmu nih sambel JJs kali ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mas Admin bos.. terima kasih sudi mampir, salam kenal ^_^

      Delete
  10. mas admin kok g ada nongol ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hadir! mas Asnaji Cs... lagi cari2 template mas.. rencana pingin ganti :D

      Delete
    2. Wis tambah keren nih si mas indra mau ganti temp;ate.

      Delete
    3. Iya Mas Iman, biar gak bosen hehe :D

      Delete
    4. template sekarang g ada yg lengkap fitur nya...semua ada kelebihan dan kekurangan...bingung jadinya

      Delete
    5. Iya Mas Asnaji CS, kebetulan saya termasuk hoby nyoba2 template, terhitung sejak bikin blog sudah lebih puluhan kali ganti template hehe... :D

      Delete
    6. Kalau masalah nyoba saya pernah ngalamin hal yang tidak diinginkan mas waktu dulu pas pertama tahu caranya ganti template dan waktu itu saya asal asalan milih template dan gonta ganti mulu eh pas nyoba yang ini gak cocok dan pernah nyoba templatenya tuh cocok malahan mungkin di bawah standar.

      Delete
    7. IyaMas Nurul Iman, strukture template mmg berbeda2, kalau tidak pandai2 memilih nanti malah kacau bentuknya he :D

      Delete
  11. Anakku yg cewek suka banget belajar. Tapi, yang cowok susahnya minta ampun. Apa memang begitu, ya, bawaannya anak laki dan perempuan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe sama saja Mas Irham Sya'roni, hampir di mana-mana, rata-rata anak perempuan itu lebih rajin belajarnya daripada anak perempuan, anak laki-laki kadang harus dipaksa dulu, baru mau belajar he :D

      Delete
  12. kalau saya faktor yang paling bikin bosan itu cara dan kondisi belajar mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas Denny Aditia, mmg banyak faktor yang mempengaruhi bosan belajar, tiap orang tentu mempunyai penyebab yang berbeda.

      Delete