Home » » 10 Cara Menjaga Anak Agar Aman Dari Pelecehan Seksual

10 Cara Menjaga Anak Agar Aman Dari Pelecehan Seksual

Assalamu'alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Maraknya kasus pelecehan terhadap perempuan akhir-akhir ini membuat kita sebagai guru sekaligus orangtua khawatir sekaligus miris. Bagaimana tidak, pelecehan tersebut sudah tidak pandang bulu, menimpa tidak hanya perempuan dewasa tapi juga anak-anak bahkan balita (bawah lima tahun) juga.

Tentunya sebelum terjadi pelecehan seksual pada anak, ada baiknya dilakukan pencegahan agar anak terhindar dari peristiwa mengerikan tersebut. Peran orang tua dan pengasuh sangat penting dalam pencegahan ini.

10 Cara Menjaga Anak Agar Aman Dari Pelecehan Seksual
Ilustrasi

Orang tua dan pengasuh juga harus meluangkan waktu untuk belajar tentang pelecehan seksual dan tanda-tanda peringatannya. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan utuk mencegah anak agar tetap aman, seperti dikutip dari buku Stop It Now, Pelecehan Seksual Anak Cegah Sebelum Terjadi.

1. Peraturan Keluarga

Buat dan patuhi peraturan khusus di keluarga. Semua anggota keluarga memiliki hak untuk privasi dalam berpakaian, mandi, tidur dan kegiatan pribadi lainnya. Jika ada yang tidak menghormati hak-hak ini, maka orang tua harus jelas memberitahu mereka tentang aturan tersebut.
Baca juga: Rumah, Kunci Sukses Pola Asuh dan Pendidikan Anak
2. Ajari Cara Menolak

Orang tua memberi contoh tentang tindakan-tindakan yang harus ditolak. Kita bisa memberi contoh batas-batas dalam bermain, menggelitik, memeluk atau mencium.

Misalnya, jika anak tidak ingin memberikan ciuman pada paman yang jarang berkunjung, maka, biarkan anak untuk berjabat tangan sebagai gantinya. Pastikan sang paman mengerti mengapa hal tersebut penting untuk kenyamanan anak.

3. Sentuhan Sayang VS Sentuhan Tidak Sopan

Kepada anak, kita harus menjelaskan tentang perbedaan antara sentuhan yang oke dan sentuhan yang tidak pantas.

Untuk anak yang lebih muda, lebih baik mengajarkan aturan yang lebih konkret, seperti, ”Langsung bilang ke orang tua jika ada saudara, teman, atau orang lain yang menyentuh bagian tubuhmu yng paling pribadi!”

Ajarkan juga pada anak bahwa dia pun tidak boleh sembarangan menyentuh tubuh orang lain, meskipun dia sudah mengenal orang itu dengan baik.

Perhatikan setiap perilaku yang tidak pantas pada orang dewasa atau anak yang lebih tua karena anak-anak, terutama yang masih muda, belum pandai mengenali perilaku seperti ini.

4. Bedakan Antara Rahasia VS Kejutan

Orang tua harus menjelaskan perbedaan antara rahasia dan kejutan. Rahasia adalah sesuatu yang harus disimpan baik-baik demi menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan diri.

Rahasia adalah mengecualikan orang lain, demi menjaga informasi agar tidak sampai menimbulkan ‘masalah’ dari si pemegang rahasia. Saat menyimpan rahasia dengan hanya satu orang saja, maka anak-anak akan lebih rentan terhadap penyalahgunaan.

Sementara kejutan adalah sesuatu yang tak terduga namun menyenangkan dan memberi kegembiraan dengan segera dan tidak mempunyai syarat apapun. Termasuk tidak perlu ‘dirahasiakan’.

Sebuah kejutan yang diberi syarat harus ‘dirahasiakan’ maka itu bukanlah kejutan! Kejadian seperti ini harus segera dilaporkan!

5. Teknologi

Orang tua harus menjadi ‘penguasa mutlak’ atas anak-anak dalam hal penggunaan teknologi. Termasuk dalam hal internet, email, pesan instan, penggunaan webcam, situs jejaring social peer-to-peer dan ponsel, juga dalam tukar menukar foto.
Artikel menarik lainnya: Pentingnya Peran Orangtua di Finlandia
6. Melatih Dialog

Tidak ada masalah jika kita mengucap dengan lantang kata-kata seperti pelecehan, pencabulan, jorok dan sejenisnya di depan anak-anak.

Biarkan mereka paham bahwa kata-kata tersebut wajar diucapkan jika melaporkan suatu peristiwa yang tidak pantas menyangkut diri mereka.

Percakapan yang bebas tekanan akan menjamin lancarnya pelaporan di setiap isu-isu yang sulit yang mungkin saja terjadi di kemudian hari.

Pastikan anak paham bahwa kita sebagai orang tua akan menyimak apapun yang mereka katakan, bahkan jika itu termasuk sesuatu yang memalukan atau sesuatu yang mereka anggap salah.

7. Segera Melapor

Segera melapor kepada pihak yang berwajib saat kita menduga telah terjadi peristiwa pelecehan seksual. Baik itu yang menimpa anak sendiri ataupun teman-temannya. Jika tidak ada yang bersuara, maka pelecehan itu tidak akan berhenti.

8. Selalu Memberi Dukungan

Pastikan anak paham bahwa kita akan selalu mendukung mereka saat mereka meminta privasi atau mengatakan “Tidak!” untuk suatu kegiatan atau jenis sentuhan yang bisa membuat mereka tidak nyaman.

Bicaralah dengan anak tentang siapa saja yang harus mereka percaya. Dan yakinkan anak bahwa kita telah memberi izin bagi mereka untuk melapor pada orang yang dipercaya itu setiap kali mereka merasa takut, tidak nyaman atau bingung tentang perilaku seseorang kepada mereka.

9. Buat Rencana Keselamatan

Ada baiknya kita membuat daftar ‘rencana keselamatan’ yang jelas dan mudah diikuti. Daftar tersebut berisi tentang, perilaku yang tidak pantas, kemana harus melapor, tindakan pencegahan dan hal-hal lain yang menyangkut keselamatan anak-anak saat mereka jauh dari orang tua.

10. Selalu Percaya Diri

Memahami cara-cara pencegahan pelecehan seksual dan cara mendapat dukungan, akan membangun rasa percaya diri bahwa kita memiliki kekuatan dan pengetahuan untuk menjaga anak-anak kita agar tetap aman.

Pencegahan yang paling efektif adalah dengan melakukan tindakan-tidanakn sebelum terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Pencegahan dapat dimulai dari sekarang, dari yang paling mudah, dari rumah kita sendiri. Kita semua bisa menghentikannya, mulai dari sekarang! *Bunga/Sumber : Stop It Now, Pelecehan Seksual Anak Cegah Sebelum Terjadi (Andri Priyatna dan Oom Somara De Uci)

Demikian informasi yang dapat admin share yang dikutip dari sahabatkeluarga. Semoga bermanfaat, terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

2 komentar:

  1. Kejahatan seksual pada anak di indoneaia memang sudah memasuki masa kritis ditengah dekadensi moral yv makin merosot... prihatin sekali saya mas sebagai ortu

    ReplyDelete
  2. Iya Mas farhan, sekarang hampir tiap hari kita disuguhi berita-berita yang mengundang prihatin. Kejahatan di mana-mana termasuk pelecehan thd kaum perempuan. dan yang bikin miris pelakunya tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak.

    ReplyDelete