Home » » UNAIR Terima Dua Calon Mahasiswa Baru Usia 14 dan 15 Tahun Lewat Jalur SNMPTN

UNAIR Terima Dua Calon Mahasiswa Baru Usia 14 dan 15 Tahun Lewat Jalur SNMPTN

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Sepekan yang lalu, ribuan pelajar dari seluruh penjuru tanah air sudah dapat melihat hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Ratusan PTN yang tersebar di seluruh Indonesia pun siap menyambut genarasi penerus bangsa tersebut. Sebagai bagian dari salah satu PTN di Indonesia, UNAIR sendiri pada tahun ini menerima sebanyak 2.098 calon mahasiswa baru pada jalur SNMPTN.

Dari jumlah 2.098 calon mahasiswa tersebut, ada dua calon mahasiswa yang terbilang ‘unik’. Pasalnya, kedua calon mahasiswa tersebut masih berusia 14 dan 15 tahun. Keduanya ialah Syarifah Salsabila (14) yang diterima pada program studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), dan Rania Tasya Ifadha (15) yang diterima pada program studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR.
Baca juga: Inilah Rangking Kampus Terbaik di Indonesia Tahun 2016
“Keduanya lulus SMA dalam usia 14 dan 15 tahun. Ini pasti anak yang cemerlang secara akademik,” tutur Rektor UNAIR, Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA.

Sementara itu, ada 8 calon mahasiswa lain yang diterima pada jalur serupa dan masih berusia 16 tahun. ke-8 calon mahasiswa tersebut diterima pada Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).

Rania Tasya Ifadha

UNAIR Terima Dua Calon Mahasiswa Baru Usia 14 dan 15 Tahun Lewat Jalur SNMPTN


Rania Tasya Ifadha, atau lebih akrab disapa Iren, menjadi sosok istimewa diantara kawan-kawannya yang diterima di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR). Lulusan SMAN 3 Semarang yang lahir tanggal 17 Februari 2001 ini, diterima menjadi mahasiswa FK UNAIR melalui jalur SNMPTN 2016 dengan usia baru 15 tahun. Ia mencatatkan rekor baru sebagai mahasiswa FK UNAIR termuda.

“Mulai usia dua tahun, saya sudah disekolahkan di PAUD. Usia tiga tahun saya masuk TK selama dua tahun. Usia lima tahun saya sudah masuk SD dan lulus pada di usia 11 tahun,” ujar Iren bercerita tentang pendidikannya.

Iren mengatakan bahwa pada saat menempuh pendidikan di bangku SMP dan SMA, ia mengambil program percepatan atau akselerasi, sehingga di usia 15 tahun lebih dua bulan ini ia sudah lulus SMA. Melalui jalur SNMPTN Iren diterima pada program studi Pendidikan Dokter UNAIR, sesuai dengan cita-cita ingin menjadi dokter. Ditanya mengenai manajemen waktunya ketika belajar, ia mengaku harus pandai mengatur waktu antara belajar dan istirahat.
Baca artikel lainnya: Raeni, Anak Tukang Becak itu Kini Sudah Kuliah di Inggris
“Pada intinya saya menempatkan porsi waktu untuk belajar dan istirahat sesuai dengan yang saya butuhkan. Jika waktunya belajar, semaksimal mungkin saya manfaatkan untuk itu. Jika waktunya istirahat, ya benar-benar untuk refreshing. Sehingga ketika kembali belajar bisa fokus,” kata anak pertama dari dua bersaudara anak pasutri Hasanudin dan Suhartini ini.

Syarifah Salsabila

UNAIR Terima Dua Calon Mahasiswa Baru Usia 14 dan 15 Tahun Lewat Jalur SNMPTN


Syarifah Salsabila, putri pertama dari pasangan Hadi Nurkholik dan Menik Sugiarti tercatat sebagai calon mahasiswa termuda yang diterima Universitas Airlangga. Ia diterima pada program studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Sabila, sapaan akrabnya, merupakan lulusan dari Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Amanatul Ummah Surabaya.

Pelajar kelahiran 30 Juli 2001 ini diterima di UNAIR melalui jalur SNMPTN, dan tercatat sebagai calon mahasiswa termuda Universitas Airlangga sepanjang sejarah selama ini dengan usia 14 tahun.

Dihubungi via telepon seluler, sang ibu, Ny. Menik Sugiarti mengatakan bahwa pada usia kurang dari lima tahun putrinya itu sudah mengenyam pendidikan di bangku SD. Jenjang SMP dan SMA Sabila ditempuh dengan jalur percepatan atau akselerasi. Sehingga pada usia 14 tahun, Sabila telah lulus SMA hingga kemudian melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi ini.

“Sejak kelas dua SD Sabila selalu masuk peringkat dua besar di kelasnya,” ujar Ny. Menik Sugiarti.

Selain terhitung pandai di kelasnya, Sabila juga tergolong aktif mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di sekolah. Ia mengikuti ekstrakurikuler simulai cerdas cermat dan tari Saman. Santriwati yang sudah hafal Alquran lima jus ini pernah menjadi juara satu pada kompetisi perlombaan MTQ cabang tahfidz quran yang diadakan Yayasan Ammanatul Ummah Surabaya. (Dev/Humas Unair)

Demikian informasi yang dapat admin share yang dikutip dari dikti.go.id. Semoga bermanfaat, terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment