Home » » Manfaat Berpuasa Untuk Anak

Manfaat Berpuasa Untuk Anak

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Selain memberikan pengasuhan agama, mengajarkan anak berpuasa juga memiliki manfaat yang besar. Menurut Psikolog Anak, Sani B Hermawan, yang paling bagus mengajarkan anak puasa yakni dengan cara memperkenalkan.

Saat anak sudah bicara atau sudah bisa bicara dua arah, anak diperkenalkan pada bulan puasa. ”Bahwa umat Islam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh dibulan ramadhan, setelah itu lebaran. Perkenalan itu memiliki manfaat, anak sudah familiar tentang puasa,” jelas Sani.



Manfaat lainnya, antara lain:

1. Melatih anak lebih disiplin. Dengan berpuasa, anak menjadi lebih tahu aturan, kapan boleh dan kapan yang tidak untuk makan dan minum, serta jujur.

2. Anak belajar tentang nilai. Secara umum, orang tua akan berkisah bahwa puasa seperti merasakan lapar orang-orang yang tidak mampu. Menurut Sani, boleh saja menceritakan seperti itu, namun cerita tersebut jika tidak dibarengi hal konkrit, seperti misalnya mengunjungi panti asuhan, atau sedekah, justru akan membuat anak bingung dan pelajaran nilainya hilang begitu saja.

Selain anak bisa merasakan, anak juga bisa menghargai apa yang sudah dia miliki,. Sehingga anak tidak mudah komplain terhadap keinginannya, karena dia mengetahui masih banyak orang yang kekurangan.

3. Puasa dapat membangun kebersamaan dengan keluarga. Aktivitas sahur atau buka bersama di keluarga membangun kebersamaan antara anggota keluarga.

”Yang tadinya mungkin komunikasinya kurang, bisa terjalin dengan baik ketika sahur atau buka puasa. Yang tadinya sendiri-sendiri, jadi bareng. Dari kebersamaan itu, terbangun kedekatan, konsolidasi dengan keluarga, lebih akrab, menambah kedekatan dalam keluarga,” jelas Sani.

4. Puasa menambah ilmu pengetahuan. Orang tua bisa menjelaskan pada anak bahwa puasa dapat bermanfaat bagi kesehatan, karena dengan berpuasa tubuh akan mengalami detoksifikasi atau membuang racun-racun dalam tubuh dan membersihkan alat pencernaan.

5. Selama bulan ramadhan, orang tua bisa melatih anak beribadah lain, seperti sholat berjamaah, mengaji bersama dan hafalan doa.

6. Membangun kreativitas. Di masa belajar berpuasa, anak sulit mengendalikan diri dalam hal emosi seperti keinginan makan atau minum. Orang tua harus bisa mengalihkan perhatian anak dari rasa lapar dan haus itu. ”Kalau tidak dibantu orang tua, anak agak sulit mengendalikan hal itu,” ujar Sani.
Baca juga: Kapan Melatih Anak Berpuasa?
Karena itulah, di bulan puasa ini, orang tua diajak untuk kreatif agar perhatian anak teralih. Keluarkanlah ide-ide baru dalam bermain, seperti misalnya main lego bareng, bercerita bersama, atau membuat bukaan bersama yang membuat perhatian anak teralihkan. (Bunga Kusuma Dewi)

Demikian info yang dapat admin share yang dikutip dari laman sahabatkeluarga. Semoga bermanfaat, terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment