Home » » Manfaat Anak Bermain Hujan-hujanan

Manfaat Anak Bermain Hujan-hujanan

Assalamu'alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Hampir semua anak suka sekali bermain air. Tawa riang gembira mereka dapat dengan mudah kita jumpai di kamar mandi, sungai, kolam renang sampai saat hari hujan. Nah, berkaitan dengan yang terakhir ada sebagian dari orang tua melarang anaknya berhujan-hujanan. Satu alasan yang sering digunakan adalah kehawatiran anak jatuh sakit. Alasan tersebut tentu saja tidak salah, tapi juga tidak seluruhnya benar.

Jika kondisi kesehatan anak sedang terganggu, demam misalnya, sudah barang tentu jika orang tua harus melarang anak berhujan-hujanan. Perubahan suhu badan yang terjadi secara drastis dari panas atau hangat ke dingin dapat menyebabkan demamnya bertambah tinggi. Tapi jika kondisi anak-anak bugar, biarkan saja mereka bermain hujan-hujanan.

Manfaat Anak Bermain Hujan-hujanan


Berdasarkan pengalaman pribadi sebagaimana diuraikan Agus M. Irkham, pada laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id, paling kurang ada empat manfaat yang dapat diperoleh ketika saya membiarkan anak-anak berhujan-hujanan.

Pertama, makan mereka menjadi sangat lahap. Tanpa kita kejar-kejar untuk makan, anak-anak sudah memintanya. Mengapa bisa demikian? Karena secara fisik, mereka memang mengeluarkan energi banyak. Berlarian ke sana-kemari dalam kondisi udara luar yang dingin membuat mereka cepat kelaparan.

Kedua, usai berhujan-hujanan, anak-anak tidur nyenyak, karena kecapekan.

Ketiga, hujan-hujanan bisa menjadi sarana mengenalkan kejadian alam berupa proses bagaimana hujan turun. Mulai dari air laut yang memuai karena terkena sinar matahari, menjadi awan, lantas menjadi embun, dan turun ke bumi sebagai buliran-buliran air hujan. Air hujan tersebut ada yang terserap oleh tanah dan akar-akar pohon, ada yang kembali lagi ke laut melalui sungai-sungai. Jadi hujan adalah peristiwa alamiah biasa untuk menyeimbangkan dan terus menghidupkan Bumi ini.

Keempat, agar anak-anak tidak panik jika terjadi hujan. Hidup di belahan dunia dengan iklim tropis membuat kita bisa menikmati hujan sepanjang tahun. Dan kita kadang tidak selalu siap mengantisipasi turunnya hujan dengan membawa payung atau jas hujan. Terbiasa hujan-hujanan di masa kecil akan membuat anak-anak saat kelak mereka dewasa tidak mudah stres saat ada hujan tiba-tiba.
Baca juga: Rumah, Kunci Sukses Pola Asuh dan Pendidikan Anak
Tidak mudah menjadikan hujan sebagai alasan membatalkan janji dan untuk bermalas-malasan. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum mengizinkan anak-anak berhujan-hujanan.

Pertama, pastikan anak-anak dalam keadaan bugar. Kedua, boleh hujan-hujanan jika hujannya deras. Jika hanya gerimis atau hujannya tidak deras, anak-anak ditahan dulu. Karena ketika gerimis atau hujannya tidak deras justru suhu di luar jauh lebih dingin dibandingkan saat hujan deras, dan itu bisa berakibat buruk pada kesehatan anak. Ketiga, siapkan makanan pada saat anak-anak sedang berhujan-hujanan. Karena begitu selesai, dapat dipastikan mereka akan lapar. Wah, jika belum siap, bisa terjadi “kerusuhan”. Keempat, jika anak-anak sudah mulai menggigil, itu pertanda kita harus menghentikan mereka, meskipun masih hujan deras. Menggigil menjadi pertanda tubuh mereka sudah tidak bisa menahan dingin air hujan. Kelima, usai hujan-hujanan, minta mereka segera mandi. Bisa menggunakan air biasa, bisa juga dengan air hangat, tergantung kondisi anaknya.

Jika merasa sangat kedinginan, bisa mandi dengan air hangat. Jangan mandi air hujan terus mengenakan pakaian, karena air hujan banyak mengandung asam. Tubuh harus dibilas dengan air sumur/bersih, sehingga asam yang tertempel di tubuh bisa luruh. (Agus M. Irkham, pegiat literasi)

Sumber: http://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3807
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment