Featured Post

Inilah Besaran Gaji Baru PNS Sesuai PP Nomor 15 Tahun 2019

Inilah Besaran Gaji Baru PNS Sesuai PP Nomor 15 Tahun 2019

Admin

Assalamu'alaikum.wr.wb., salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung portal kolomedu di manapun berada.

Dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS), pemerintah telah menaikkan gaji pokok Pegawai Negeri Sipil pada tahun 2019.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.
kenaikan gaji pns tahun 2019
Tabel Gaji PNS 2019
Dalam PP yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 13 Maret 2019 disebutkan, mengubah lampiran II Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015.

 “Ketentuan sebagaimana dimaksud mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2019,” bunyi Pasal 1 ayat (2) PP ini.
Baca juga berita sebelumnya "BKN Lakukan Kajian Kenaikan Gaji PNS Tahun 2019".
Dalam lampiran PP ini disebutkan, gaji terendah PNS (golongan I/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp1.560.800 (sebelumnya Rp1.486.500). Sementara gaji tertinggi PNS (golongan IV/2 masa kerja lebih 30 tahun) menjadi Rp5.901.200 (sebelumnya Rp5.620.300).
pns golongan I
Golongan I
Untuk PNS golongan II (II/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp2.022.200 (sebelumnya Rp1.926.000), tertinggi (II/d masa kerja 33 tahun) menjadi Rp3.820.000 (sebelumnya Rp3.638.200.
pns golongan II
Golongan II
Golongan III (III/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp2.579.400 (sebelumnya Rp2.456.700), tertinggi (III/d masa kerja 32 tahun) menjadi Rp4.797.000 (sebelumnya Rp4.568.000).
pns golongan III
Golongan III
Sedangkan gaji PNS golongan IV terendah (IV/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp3.044.300 (sebelumnya Rp2.899.500), dan tertinggi (IV/e masa kerja 32 tahun) menjadi Rp5.901.200 (sebelumnya Rp5.620.300).
pns golongan IV
Golongan IV
“Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal II Peraturan Pemeritah Nomor 15 Tahun 2019, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 13 Maret 2019 itu.

Demikian informasi tentang kenaikan Besaran Gaji Baru PNS Sesuai PP Nomor 15 Tahun 2019 seperti dikutip laman resmi setkab.go.id (15/03/2019). Semoga bermanfaat, terima kasih, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Cara Membuat Akun PTK untuk Login Aplikasi Dapodik

Admin
Assalamu'alaikum.wr.wb. Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada.

Salah satu fitur pembaruan dapodik versi 2019.b adalah perubahan data pribadi pada GTK hanya dapat dilakukan oleh individu GTK yang bersangkutan. Perubahan data individual PTK dan data rinci PTK mengharuskan login menggunakan akun ptk masing-masing yang sudah di buat pada menu penugasan oleh operator sekolah.


Jika sebelumnya operator sekolah yang mengerjakan perubahan data pribadi dan data rinci GTK, kini akun PTK masing-masing yang mengerjakannya. Apabila perubahan data pada tabel GTK dilakukan oleh akun operator maka akan tampil peringatan seperti gambar di bawah.


Agar dapat mengubah data, pertama pastikan masing-masing GTK telah memiliki akun. Jika GTK belum memiliki akun, silahkan login ke aplokasi dapodik seperti biasanya kemudian pilih salah GTK yang akan dibuatkan akun lalu pilih tombol Penugasan.


Pada tabel penugasan, klik tombol Buat/Ubah Akun.


Tambahkan akun GTK dengan cara isi username dengan format email dan password sesuai keinginan.


Setelah dibuat akun GTK jangan lupa simpan. Kemudian silahkan log out (keluar) dari aplikasi dapodik.

Untuk memastikan apakah akun PTK berhasil dibuat silahkan login menggunakan username dengan format email dan password akun PTK yang telah dibuat.


Setelah berhasil login, pilih menu GTK di dashboard aplikasi dapodik. Data yang ditampilkan adalah data GTK yang bersangkutan yang telah dibuat akunnya. Untuk melakukan perubahan data individual PTK dan data rinci PTK klik ubah untuk melakukan perubahan, lalu klik simpan.


Demikian Cara Membuat Akun PTK untuk Login Aplikasi Dapodik. Semoga bermanfaat, terima kasih, wassalamu'alaikum.wr.wb.

Rilis Pembaruan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.c Tahun Ajaran 2018/2019

Admin

Assalamu’alaikum.wr.wb. Salam sejatera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada.

Dalam rangka pemutakhiran data Semester 2 Tahun Ajaran 2018/2019 Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah merilis APLIKASI DAPODIKDASMEN Versi 2019.c. yang merupakan perbaikan dan pembaruan dari dapodik versi 2019.b. Perbaikan ini sebagai bentuk tindak lanjut dari laporan-laporan adanya bugs. Beberapa perbaikan dan pembaruan pada aplikasi ini di antaranya yaitu pengaturan untuk mengakomodasikan program SKS, pengaturan pada rombongan belajar, validasi pada NIK, NISN, dan titik koordinat serta pengaturan lainnya.

Aplikasi Dapodikdasmen

Aplikasi ini dirilis dalam bentuk INSTALLER yang dapat diunduh pada lampiran berita ini. Uninstall Aplikasi Dapodikdasmen versi lama (Versi 2019.b) kemudian unduh dan install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.c serta lakukan registrasi ulang.

Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.c :
  • 1. [Perbaikan] Perubahan data pribadi pada GTK hanya dapat dilakukan oleh individu GTK yang bersangkutan
  • 2. [Perbaikan] Perbaikan validasi pengecekan mata pelajaran yang tidak terdapat di struktur kurikulum
  • 3. [Perbaikan] Perbaikan bugs pada saat pemilihan mata pelajaran pada pembelajaran
  • 4. [Perbaikan] Menonaktifkan tombol proses kelulusan bersama pada jenjang SMA dan SMK
  • 5. [Perbaikan] Menonaktifkan tombol Luluskan PD Tingkat Akhir pada menu Rombongan Belajar
  • 6. [Perbaikan] Menonaktifkan tombol Batalkan Registrasi pada menu Peserta Didik Keluar
  • 7. [Perbaikan] Penguncian tombol Tambah Siswa Kelas 1 SD hanya dapat dimapping pada rombel tingkat 1 saja
  • 8. [Perbaikan] Penguncian perubahan variabel jenis_kelamin, tempat_lahir dan NIK pada formulir GTK
  • 9. [Perbaikan] Penguncian perubahan variabel jenis_kelamin dan tempat_lahir pada formulir Peserta Didik
  • 10. [Perbaikan] Mengosongkan isian default pada saat penambahan rombongan belajar
  • 11. [Perbaikan] Menginvalidkan semua referensi yang terkait GTK jika referensi sudah dinonaktifkan dari pusat
  • 12. [Perbaikan] Perubahan validasi variabel NIK, NISN, lintang dan bujur wajib diisi bagi Peserta Didik Kelas 3, 6, 9, 12, dan 13.
  • 13. [Perbaikan] Perbaikan bugs pada saat tambah peserta didik untuk SILN
  • 14. [Perbaikan] Perbaikan bugs pada saat update pembaruan sinkronisasi
  • 15. [Perbaikan] Perbaikan menu rombongan belajar untuk mengakomodasi program SKS
  • 16. [Perbaikan] Perbaikan alur pengisian peserta didik yang mengikuti program SKS
  • 17. [Perbaikan] Penguncian jam mengajar per minggu sesuai kurikulum yang berlaku
  • 18. [Perbaikan] Perbaikan dan penyempurnaan pencegahan proses sinkronisasi jika terdeteksi menggunakan prefill yang telah berhasil
  • sinkronisasi sebelumnya
  • 19. [Perbaikan] Perbaikan dan penyempurnaan pada saat registrasi baik online ataupun offline dengan penambahan persentase status bar
  • 20. [Perbaikan] Perbaikan dan penyempurnaan web service lokal
  • 21. [Pembaruan] Penambahan Menu Nilai UKK (Uji Kompetensi Keahlian) khusus untuk bentuk pendidikan SMK
  • 22. [Pembaruan] Penyesuaian terhadap penambahan bentuk pendidikan baru yaitu SMAK
  • 23. [Pembaruan] Penambahan filtering bagi peserta didik hanya bisa naik kelas satu tingkat di atasnya
  • 24. [Pembaruan] Penambahan pemicu pembatalan perubahan tingkat pendidikan, kurikulum dan program keahlian (untuk jenjang SMA dan
  • SMK) jika rombongan belajar tersebut sudah terisi anggota rombel dan pembelajaran
  • 25. [Pembaruan] Penambahan filter pada saat mapping anggota rombel, peserta didik tidak bisa turun kelas dan loncat kelas
  • 26. [Pembaruan] Penambahan validasi untuk Penyelenggara Pondok Pesantren
  • 27. [Pembaruan] Penambahan validasi bagi peserta didik tingkat akhir pada jenjang SMK harus sudah pernah mengikuti Prakerin Siswa
  • 28. [Pembaruan] Penambahan validasi bagi peserta didik tingkat akhir harus memiliki NIS/NIPD

Agar proses unduh prefill lebih cepat dan lancar, maka dilakukan pengaturan alamat unduhan berdasarkan zona wilayah/provinsi. Jadi, pastikan menggunakan tautan unduh prefill sesuai dengan wilayah provinsi masing-masing sekolah. Tautan prefill dapat diakses pada laman dapodikdasmen menu unduhan atau pada bagian lampiran berita ini.

Demikian informasi yang admin sampaikan, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Sumber: http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/berita/rilis-pembaruan-aplikasi-dapodikdasmen-versi-2019-c

Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik serta Foto Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019

Admin

Assalamu’alaikum.wr.wb. Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menyelenggarakan lomba artikel dan karya jurnalistik serta foto pendidikan dan kebudayaan 2019.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada para fotografer yang sudah dikategorikan oleh panitia dengan kategori pelajar, guru, umum, wartawan, serta kategori favorit yang peduli pada dunia pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Adapun Tema lomba tahun 2019 adalah "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan".


Hadiah untuk Pemenang Lomba adalah sebagai berikut.

Untuk kategori guru, umum dan wartawan berhak mendapatkan hadiah:
·         Juara Pertama
Hadiah sebesar Rp 15.000.000,- (dipotong pajak)
·         Juara Kedua
Hadiah sebesar Rp 12.000.000,- (dipotong pajak)
·         Juara Ketiga
Hadiah sebesar Rp 10.000.000,- (dipotong pajak)

Sedangkan kategori pelajar berhak mendapatkan hadiah:
·         Juara I (3 pemenang): masing-masing Rp. 6.000.000 (dipotong pajak)
·         Juara II (5 pemenang): masing-masing Rp. 4.000.000 (dipotong pajak)
·         Juara III (7 pemenang): masing-masing Rp. 3.000.000 (dipotong pajak)

Sedangkan juara favorit berhak mendapatkan hadiah: Rp 10.000.000,- (dipotong pajak)

Ketentuan Lomba

  • 1. Foto yang diikutsertakan dalam lomba adalah foto yang menggambarkan dunia pendidikan dan/atau kebudayaan di Indonesia
  • 2. Foto yang diikutsertakan tidak mengandung SARA dan Pornografi maupun melanggar undang-undang yang berlaku
  • 3. Mengirimkan foto dalam format .jpeg dengan ukuran file minimal 1 MB dan maksimal 2,50 MB, bisa menggunakan DSLR, kamera saku, kamera smartphone high resolution. Tidak diperkenankan menggunakan Drone
  • 4. Pemenang wajib mengirimkan file asli foto
  • 5. Foto berwarna (Full Colour) tanpa watermark
  • 6. Editing foto hanya sebatas edit minor, antara lain: crop, brightness, contrast
  • 7. Foto dibuat pada periode 1 Mei 2018 sampai 20 Maret 2019 .
  • 8. Foto diterima panitia paling lambat tanggal 20 Maret 2019, pukul 16.00 WIB (waktu panitia)
  • 9. Mencantumkan judul foto dan narasi singkat (caption)
  • 10. Tiap peserta dapat mengirimkan maksimal 5 karya foto
  • 11. Diunggah ke dalam laman lombafotoartikel.kemdikbud.go.id
  • 12. Foto yang dikirim original, tidak rekayasa, duplikatif, replikatif, dan reproduksi
  • 13. Setiap peserta wajib melampirkan identitas pengirim yaitu: nama, kategori yang diikuti, akun instagram, profesi, alamat,email, nomor telpon/handphone, dan KTP/SIM/Kartu Pelajar
  • 14. Peserta kategori guru adalah guru yang aktif mengajar dibuktikan dengan NUPTK atau surat keterangan dari pimpinan satuan pendidikan tempat mengajar
  • 15. Untuk kategori wartawan, karya foto sudah pernah dimuat dan melampirkan Kartu Pers serta bukti pemuatan
  • 16. Untuk kategori umum, peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang berdomisili di Indonesia
  • 17. Belum Pernah diikutsertakan dalam lomba apapun dan tidak sedang disertakan dalam lomba foto lainnya
  • 19. Peserta wajib mengikuti (follow) akun instagram @kemdikbud.RI dan mengunggah ulang (repost) pengumuman lomba di akun instagramnya
  • 20. Semua foto yang disertakan dalam lomba, wajib diunggah di akun instagram peserta dengan mention ke akun @kemdikbud.RI dan menggunakan tagar#lombafotokemdikbud2019
  • 21. Fotografer bukan pegawai Kemendikbud pusat
  • 22. Panitia berhak menggugurkan karya foto apabila diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba
  • 23. Kemendikbud berhak menggunakan/memublikasikan foto yang masuk ke panitia untuk kepentingan nonkomersial Kemendikbud. Panitia dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga (Objek Foto) apabila foto diperlukan untuk keperluan di atas.
  • 24. Keputusan Panitia lomba tidak dapat diganggu gugat
  • 25. Lomba ini tidak dipungut biaya.

Untuk informasi dan pendaftaran, silakan klik https://lombafotoartikel.kemdikbud.go.id. Untuk mengunduh poster, klik tautan di bawah artikel.

Untuk pertanyaan terkait lomba foto, silakan sampaikan surel ke lombafoto@kemdikbud.go.id. Sedangkan untuk lomba artikel ke artikel.jurnalistik@kemdikbud.go.id

Demikian informasi tentang Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik serta Foto Pendidikan dan Kebudayaan 2019. Semoga bermanfaat, terima kasih, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Unduh Poster Lomba:

Cara Instal Variasi Font Arab di Ms Word

Admin
Assalamu’alaikum.wr.wb., Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada.

Pada beberapa postingan yang lalu admin telah membagikan tutorial lengkap cara menginstal, menulis maupun cara memberi harakat pada kalimat Arab di Ms Word. Bagi Anda yang terbiasa menulis kalimat Arab di Ms Office adakalanya merasa bosan dengan jenis font Arabic bawaan Microsoft Office. Karena memang font Arabic standar bawaan Office hanya itu-itu saja, tidak lebih. Terkecuali Anda menambah sendiri jenis font Arab yang banyak ditemukan di internet.

Pada postingan kali ini admin akan membagikan artikel bagaimana Cara Instal Variasi Font Arab di Ms Word.

jenis font arab

Pada dasarnya situs resmi Microsoft sendiri telah menyediakan berbagai macam jenis font yang dapat diinstal gratis melalui software Microsoft Office. Cuma mungkin kita sendiri yang kurang mengerti caranya.

Lalu bagaimana cara download sekaligus instal variasi font Arabic pada Ms Word yang biasa kita gunakan, sehingga jenis font Arab di Ms Word kita tambah bervariasi?. Untuk lebih jelasnya silahkan simak tutorial di bawah ini.

Pertama, pastikan sistem laptop Anda sudah tersetting/ terinstal program bahasa Arabnya. Untuk caranya silahkan buka  tutorial saya Cara Mudah Instal Font Arabic di Windows10 atau pada artikel Cara Menginstal Font Arab Di Windows 7, 8 dan 10.

Kedua, pastikan laptop Anda terkoneksi dengan internet. Kenapa harus terkoneksi internet? Karena tanpa koneksi internet kita tidak akan bisa mengunduh font tersebut dari situs resmi Microsoft, benar kan? Hehe.

Ketiga, silahkan buka Ms Office Anda kemudian pilih Options

Options

Keempat, pada tab Word Options pilih Language

cara instal huruf arab
Language

Kelima, selanjutnya Set the Office Language Preferences -> Choose Editing Languages, silahkan pilih Arabic (Saudi Arabia) lalu pada tab Proofing (Spelling, Grammar...) dan klik Not Installed.

variasi font arab
Not Installed

Keenam, setelah situs Microsoft terbuka melalui jendela browser pada menu Step 1: Install the language  accessory pack silahkan pilih jenis Office yang Anda gunakan. Kebetulan saya menggunakan Office 2010  maka saya memilih Office 2010. Selanjutnya klik kolom Which language you need?,  lalu pilih ‘Arabic’.



Ketujuh (ini yang penting), pastikan sebelum mengunduh Office Pack Language, sesuaikan jenis Office yang terinstal di Windows Anda. Jika yang terinstal adalah Office 32 bit maka unduh jenis font tersebut, sebaliknya jika yang terinstal Office 64 bit maka unduh jenis Office 32 bit (file sekitar 399MB).


Kedelapan, setelah Office Pack Language terunduh, silahkan instal seperti Anda menginstal aplikasi di Windows. Pastikan sebelum menginstal, Ms Word Anda ditutup terlebih dahulu.

Terakhir, Setelah berhasil terinstal silahkan cek variasi font Arabic yang berhasil diinstal pada Microsoft Office Anda melalui menu “Change the font face”. Selanjutnya, selamat berkreasi sendiri.


Demikian artikel Cara Instal Variasi Font Arab di Ms Word yang dapat admin bagikan. Semoga bermanfaat, terima kash, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Cara Tarik Peserta Didik Pindahan/Mutasi Secara Online di Laman Dapodikdasmen

Admin
Assalamu’alaikum.wr.wb. Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada. Sesuai judul diatas pada kesempatan ini admin akan membagikan panduan cara tarik peserta didik secara online di laman resmi dapodikdasmen.

tarik peserta didik

Salah satu kemudahan tugas operator saat ini adalah adanya fitur tarik peserta didik secara online via aplikasi dapodik sehingga tidak perlu menginput data satu persatu dari awal karena data dasar awal peserta didik sudah diisikan oleh sekolah asal peserta didik. Namun demikian sebelum peserta didik berhasil dimasukkan ke dalam aplikasi dapodik ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh operator sekolah yaitu menarik peserta didik baru maupun peserta didik pindahan/mutasi dari sekolah asal ke sekolah baru.
Sebelumnya jangan lupa baca panduan terbaru lainnya: Cara Cek Estimasi Hak Usia Pensiun bagi Peserta Taspen (PNS)
Pada panduan kali ini admin hanya akan mengulas cara tarik peserta didik pindahan/mutasi dari sekolah asal ke sekolah baru karena kita sudah memasuki tahun pelajaran 2018/2019 semester genap. Untuk panduan cara tarik peserta didik baru insya Allah lain waktu akan admin bagikan juga di laman ini. Jadi pastikan selalu ikuti laman Media Informasi dan Edukasi pada Fanspage Facebook kami atau bisa langsung klik tautan berikut ini (FANSPAGE KOLOMEDU) untuk mendapatkan informasi terkini dari sumber terpercaya.

Baik, langsung saja berikut panduan Panduan Cara Tarik Peserta Didik Pindahan/Mutasi Secara Online di Laman Dapodikdasmen.

Pertama, silahkan bukan laman resmi http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/. Silahkan login menggunakan username dan password yang Anda gunakan pada aplikasi dapodik. Karena kita sebagai operator sekolah pastikan login sebagai Manajemen Sekolah seperti gambar di bawah.

manajemen sekolah

Kedua, setelah berhasil login Anda akan dibawa ke laman https://data.dikdasmen.kemdikbud.go.id/. Pada informasi akun silahkan klik "KELOLA DATA POKOK".

kelola data pokok

Ketiga, selanjutnya silahkan klik menu "PESERTA DIDIK" dan klik "+TAMBAH PESERTA DIDIK".

tambah peserta didik

Keempat, kemudian klik pada pada menu "PINDAHAN/MUTASI". Selanjutkan pilih/isikan  data asal sekolah peserta didik yang mutasi. Pastikan data sekolah asal peserta didik pindahan benar-benar valid sehingga akan mempermudah proses selanjutnya. Untuk itu silahkan kepada rekan operator untuk meminta data lengkap peserta didik pindahan.

Selanjutnya pilih/isikan data mulai dari Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Sekolah Asal. Jangan lupa klik kode "TAMPILKAN" untuk memunculkan menu "Rombel Tujuan". Isikan/pilih kolom sebelah kanan Rombel Tujuan sesuai kelas siswa saat ini, misal saat ini siswa pindahan tersebut adalah kelas 5 maka pilih Kelas 5 (lihat gambar gambar).


Kelima, Silahkan cari dan pilih centang () pada daftar nama peserta pindahan pada daftar siswa yang muncul. Selanjutnya pilih "SIMPAN".


Alhamdulillah dari sini Anda sudah berhasil memindah peserta didik pindahan ke database pusat dapodik. Langkah selanjutnya adalah silahkan buka aplikasi dapodik Anda. Sinkronkan aplikasi seperti biasa. Jika proses sinkronisasi berhasil maka otomatis peserta didik pindahan yang ada di database pusat dapodik akan masuk ke dalam aplikasi dapodik yang terinstal di laptop Anda. Selanjutnya silahkan isi data-data yang diperlukan.

Bagaimana, sangat mudah sekali bukan?. Jika proses sinkronisasi berhasil namun data peserta didik pindahan belum masuk ke aplikasi dapodik silahkan ulangi sekali lagi cara-cara di atas. Atau setelah data siswa berhasil pindah ke database dapodik pusat tunggu beberapa saat, baru sinkronisasikan aplikasi dapodik Anda.

Demikian Panduan Cara Tarik Peserta Didik Pindahan/Mutasi Secara Online di Laman Dapodikdasmen. Semoga bermanfaat, wassalamu'alaikum.wr.wb.

Integrasikan Data, NISN akan Diganti dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Admin
Assalamu’alaikum.wr.wb. Salam sejahtera dan bahagia bagi pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan integrasi data kependudukan dengan data pendidikan. Oleh karena itu mulai tahun ajaran 2019/2020, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) akan diganti dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

NISN diganti NIK
Image source: Kemdikbud.go.id

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, kedua kementerian akan mengintegrasikan data pokok pendidikan (dapodik) di Kemendikbud dengan data kependudukan dan catatan sipil di Kemendagri. Salah satu tujuannya adalah untuk mendukung kebijakan zonasi dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Mendikbud menuturkan, melalui integrasi data kependudukan dengan data pendidikan, salah satu hal yang akan diubah dari sistem PPDB tahun ini adalah teknis pendaftaran anak ke sekolah tujuan. Ke depannya, orang tua tidak perlu datang ke sekolah untuk mendaftarkan anaknya. Diharapkan dengan dukungan aparat Kemendagri itu justru sekolah bersama-sama dengan aparat desa dan aparat kelurahan mendata anak ini harus masuk sekolah mana, itu ditetapkan oleh pemerintah terutama untuk masuk sekolah negeri.

Tidak hanya itu, integrasi data tersebut juga bertujuan untuk mendukung tercapainya rencana pemerintah dalam mewujudkan program wajib belajar 12 tahun. Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakhrulloh menjelaskan, Kemendagri mendukung kebijakan pendidikan yang berlaku secara nasional, termasuk zonasi dalam PPDB dan wajib belajar 12 tahun.

Ia menuturkan, setelah dilakukan integrasi data, dengan mengetik NIK di basis data akan keluar data lengkap siswa yang bersangkutan. “Kalau nanti misalnya dia putus sekolah di kelas 5, Pak Menteri (Mendikbud) bisa memerintahkan dinas (pendidikan), aparat, dirjen, atau Mendagri memerintahkan bupati atau walikota untuk mengecek anak ini putus sekolahnya kenapa? Kalau nggak punya biaya, (kita) urus beasiswanya, bisa dari APBN atau APBD,” kata Zudan Arif. Dengan demikian, lanjutnya, pemerintah bisa memastikan wajib belajar 12 tahun bisa dicapai karena anak usia sekolah bisa dilacak dengan basis data kependudukan melalui integrase data.

Integrasi data kependudukan dengan dapodik ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama antara Mendikbud Muhadjir Effendy dengan Mendagri Tjahyo Kumolo tentang Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dalam Lingkup Tugas Kemendikbud pada 10 November 2016 lalu.

Sementara itu dalam warta sebelumnya

Integrasikan Dapodik dengan Data Kependudukan, Mendikbud Ubah NISN dengan NIK

Menindaklanjuti kerjasama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo tentang Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dalam lingkup tugas Kemendikbud pada 10 November 2016 lalu, Kemendikbud akan mengintegrasikan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan Data Kependudukan dan Catatan Sipil di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada tahun 2019.

“Hari ini kita memastikan bahwa MoU itu berjalan di lapangan dan yang paling penting pada hari ini ada kesepakatan bahwa nanti untuk seluruh siswa itu tidak lagi memakai Nomor Induk Siswa Nasional tapi pakai Nomor Induk Kependudukan, cukup dijadikan satu”, disampaikan Mendikbud kepada awak media usai pertemuan dengan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah, di Kantor Kemendikbud, Jakarta (22/01/2019).

Tujuan diintegrasikannya Dapodik dengan NIK, dijelaskan Mendikbud, kedua data ini dapat dimanfaatkan untuk sistem zonasi terutama pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). “Dulu orang tua datang ke sekolah untuk mendaftarkan anaknya. Nanti kita harapkan dengan dukungan dari aparat Kemendagri, justru sekolah lah bersama aparat desa dan aparat kelurahan mendata anak ini masuk ke sekolah mana, didata oleh pemerintah terutama untuk masuk sekolah negeri”, ujarnya.

Untuk teknisnya, Mendikbud menjelaskan tahun ini sudah tidak ada lagi siswa yang memiliki nomor induk siswa nasional dan akan menggantinya dengan NIK berdasarkan profil keluarga siswa yang terdata di sekolah. “Mereka kan sudah ada di sekolah-sekolah. Tinggal mengecek dia termasuk di daerah mana? tinggal dimana?keluarganya siapa? Saya kira secara teknis tidak ada kesulitan hanya memang kita perlu penyepadanan data”, jelas Mendikbud.

Senada dengan itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri mengungkapkan sepenuhnya akan mengikuti sistem yang dibangun oleh Kemendikbud, termasuk data kependidikan siswa dengan berbasis data kependudukan.

“Dengan NIK itu ketika dicari datanya dalam data kependudukan langsung akan diketahui. Dia sekolah di mana? Tinggal di mana? Sekarang kelas berapa? Kalau nanti dia putus sekolah di kelas 5, nanti bisa ngecek putus sekolah karena apa? kalau gak punya biaya, bisa diurus beasiswanya, baik itu beasiswa dari APBN maupun APBD”, ungkap Zudan. Zudan menambahkan pemerintah bisa memastikan wajib belajar 12 tahun dapat terselesaikan karena data siswanya bisa dilacak dan di tracking dengan berbasis data kependudukan.

Selain itu, Zudan menambahkan manfaat dari terintegrasinya dapodik dengan data kependudukan adalah untuk melakukan updating data kependudukan bagi peserta didik atau penduduk yang sampai saat ini belum terdata dalam data kependudukan. “Ini kita dapat umpan balik, ini bagus dalam rangka membangun ekosistem kependudukan berbasis pendidikan. Kita bisa bolak balik, sistem pendidikan berbasis data kependudukan, bisa juga data kependudukan dibangun dengan ekosistem dari dunia pendidikan. Ini ada timbal balik yang saling menguntungkan dalam penyelenggaraan pemerintah”, ujarnya.

Demikian informasi yang dapat admin bagikan, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Sumber: kemdikbud.go.id