Featured Post

Cara Cek Estimasi Hak Usia Pensiun bagi Peserta Taspen (PNS)

Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik serta Foto Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019


Assalamu’alaikum.wr.wb. Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menyelenggarakan lomba artikel dan karya jurnalistik serta foto pendidikan dan kebudayaan 2019.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada para fotografer yang sudah dikategorikan oleh panitia dengan kategori pelajar, guru, umum, wartawan, serta kategori favorit yang peduli pada dunia pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Adapun Tema lomba tahun 2019 adalah "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan".


Hadiah untuk Pemenang Lomba adalah sebagai berikut.

Untuk kategori guru, umum dan wartawan berhak mendapatkan hadiah:
·         Juara Pertama
Hadiah sebesar Rp 15.000.000,- (dipotong pajak)
·         Juara Kedua
Hadiah sebesar Rp 12.000.000,- (dipotong pajak)
·         Juara Ketiga
Hadiah sebesar Rp 10.000.000,- (dipotong pajak)

Sedangkan kategori pelajar berhak mendapatkan hadiah:
·         Juara I (3 pemenang): masing-masing Rp. 6.000.000 (dipotong pajak)
·         Juara II (5 pemenang): masing-masing Rp. 4.000.000 (dipotong pajak)
·         Juara III (7 pemenang): masing-masing Rp. 3.000.000 (dipotong pajak)

Sedangkan juara favorit berhak mendapatkan hadiah: Rp 10.000.000,- (dipotong pajak)

Ketentuan Lomba

  • 1. Foto yang diikutsertakan dalam lomba adalah foto yang menggambarkan dunia pendidikan dan/atau kebudayaan di Indonesia
  • 2. Foto yang diikutsertakan tidak mengandung SARA dan Pornografi maupun melanggar undang-undang yang berlaku
  • 3. Mengirimkan foto dalam format .jpeg dengan ukuran file minimal 1 MB dan maksimal 2,50 MB, bisa menggunakan DSLR, kamera saku, kamera smartphone high resolution. Tidak diperkenankan menggunakan Drone
  • 4. Pemenang wajib mengirimkan file asli foto
  • 5. Foto berwarna (Full Colour) tanpa watermark
  • 6. Editing foto hanya sebatas edit minor, antara lain: crop, brightness, contrast
  • 7. Foto dibuat pada periode 1 Mei 2018 sampai 20 Maret 2019 .
  • 8. Foto diterima panitia paling lambat tanggal 20 Maret 2019, pukul 16.00 WIB (waktu panitia)
  • 9. Mencantumkan judul foto dan narasi singkat (caption)
  • 10. Tiap peserta dapat mengirimkan maksimal 5 karya foto
  • 11. Diunggah ke dalam laman lombafotoartikel.kemdikbud.go.id
  • 12. Foto yang dikirim original, tidak rekayasa, duplikatif, replikatif, dan reproduksi
  • 13. Setiap peserta wajib melampirkan identitas pengirim yaitu: nama, kategori yang diikuti, akun instagram, profesi, alamat,email, nomor telpon/handphone, dan KTP/SIM/Kartu Pelajar
  • 14. Peserta kategori guru adalah guru yang aktif mengajar dibuktikan dengan NUPTK atau surat keterangan dari pimpinan satuan pendidikan tempat mengajar
  • 15. Untuk kategori wartawan, karya foto sudah pernah dimuat dan melampirkan Kartu Pers serta bukti pemuatan
  • 16. Untuk kategori umum, peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang berdomisili di Indonesia
  • 17. Belum Pernah diikutsertakan dalam lomba apapun dan tidak sedang disertakan dalam lomba foto lainnya
  • 19. Peserta wajib mengikuti (follow) akun instagram @kemdikbud.RI dan mengunggah ulang (repost) pengumuman lomba di akun instagramnya
  • 20. Semua foto yang disertakan dalam lomba, wajib diunggah di akun instagram peserta dengan mention ke akun @kemdikbud.RI dan menggunakan tagar#lombafotokemdikbud2019
  • 21. Fotografer bukan pegawai Kemendikbud pusat
  • 22. Panitia berhak menggugurkan karya foto apabila diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba
  • 23. Kemendikbud berhak menggunakan/memublikasikan foto yang masuk ke panitia untuk kepentingan nonkomersial Kemendikbud. Panitia dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga (Objek Foto) apabila foto diperlukan untuk keperluan di atas.
  • 24. Keputusan Panitia lomba tidak dapat diganggu gugat
  • 25. Lomba ini tidak dipungut biaya.

Untuk informasi dan pendaftaran, silakan klik https://lombafotoartikel.kemdikbud.go.id. Untuk mengunduh poster, klik tautan di bawah artikel.

Untuk pertanyaan terkait lomba foto, silakan sampaikan surel ke lombafoto@kemdikbud.go.id. Sedangkan untuk lomba artikel ke artikel.jurnalistik@kemdikbud.go.id

Demikian informasi tentang Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik serta Foto Pendidikan dan Kebudayaan 2019. Semoga bermanfaat, terima kasih, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Unduh Poster Lomba:

Cara Instal Variasi Font Arab di Ms Word

Assalamu’alaikum.wr.wb., Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada.

Pada beberapa postingan yang lalu admin telah membagikan tutorial lengkap cara menginstal, menulis maupun cara memberi harakat pada kalimat Arab di Ms Word. Bagi Anda yang terbiasa menulis kalimat Arab di Ms Office adakalanya merasa bosan dengan jenis font Arabic bawaan Microsoft Office. Karena memang font Arabic standar bawaan Office hanya itu-itu saja, tidak lebih. Terkecuali Anda menambah sendiri jenis font Arab yang banyak ditemukan di internet.

Pada postingan kali ini admin akan membagikan artikel bagaimana Cara Instal Variasi Font Arab di Ms Word.

jenis font arab

Pada dasarnya situs resmi Microsoft sendiri telah menyediakan berbagai macam jenis font yang dapat diinstal gratis melalui software Microsoft Office. Cuma mungkin kita sendiri yang kurang mengerti caranya.

Lalu bagaimana cara download sekaligus instal variasi font Arabic pada Ms Word yang biasa kita gunakan, sehingga jenis font Arab di Ms Word kita tambah bervariasi?. Untuk lebih jelasnya silahkan simak tutorial di bawah ini.

Pertama, pastikan sistem laptop Anda sudah tersetting/ terinstal program bahasa Arabnya. Untuk caranya silahkan buka  tutorial saya Cara Mudah Instal Font Arabic di Windows10 atau pada artikel Cara Menginstal Font Arab Di Windows 7, 8 dan 10.

Kedua, pastikan laptop Anda terkoneksi dengan internet. Kenapa harus terkoneksi internet? Karena tanpa koneksi internet kita tidak akan bisa mengunduh font tersebut dari situs resmi Microsoft, benar kan? Hehe.

Ketiga, silahkan buka Ms Office Anda kemudian pilih Options

Options

Keempat, pada tab Word Options pilih Language

cara instal huruf arab
Language

Kelima, selanjutnya Set the Office Language Preferences -> Choose Editing Languages, silahkan pilih Arabic (Saudi Arabia) lalu pada tab Proofing (Spelling, Grammar...) dan klik Not Installed.

variasi font arab
Not Installed

Keenam, setelah situs Microsoft terbuka melalui jendela browser pada menu Step 1: Install the language  accessory pack silahkan pilih jenis Office yang Anda gunakan. Kebetulan saya menggunakan Office 2010  maka saya memilih Office 2010. Selanjutnya klik kolom Which language you need?,  lalu pilih ‘Arabic’.



Ketujuh (ini yang penting), pastikan sebelum mengunduh Office Pack Language, sesuaikan jenis Office yang terinstal di Windows Anda. Jika yang terinstal adalah Office 32 bit maka unduh jenis font tersebut, sebaliknya jika yang terinstal Office 64 bit maka unduh jenis Office 32 bit (file sekitar 399MB).


Kedelapan, setelah Office Pack Language terunduh, silahkan instal seperti Anda menginstal aplikasi di Windows. Pastikan sebelum menginstal, Ms Word Anda ditutup terlebih dahulu.

Terakhir, Setelah berhasil terinstal silahkan cek variasi font Arabic yang berhasil diinstal pada Microsoft Office Anda melalui menu “Change the font face”. Selanjutnya, selamat berkreasi sendiri.


Demikian artikel Cara Instal Variasi Font Arab di Ms Word yang dapat admin bagikan. Semoga bermanfaat, terima kash, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Cara Tarik Peserta Didik Pindahan/Mutasi Secara Online di Laman Dapodikdasmen

Assalamu’alaikum.wr.wb. Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada. Sesuai judul diatas pada kesempatan ini admin akan membagikan panduan cara tarik peserta didik secara online di laman resmi dapodikdasmen.

tarik peserta didik

Salah satu kemudahan tugas operator saat ini adalah adanya fitur tarik peserta didik secara online via aplikasi dapodik sehingga tidak perlu menginput data satu persatu dari awal karena data dasar awal peserta didik sudah diisikan oleh sekolah asal peserta didik. Namun demikian sebelum peserta didik berhasil dimasukkan ke dalam aplikasi dapodik ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh operator sekolah yaitu menarik peserta didik baru maupun peserta didik pindahan/mutasi dari sekolah asal ke sekolah baru.
Sebelumnya jangan lupa baca panduan terbaru lainnya: Cara Cek Estimasi Hak Usia Pensiun bagi Peserta Taspen (PNS)
Pada panduan kali ini admin hanya akan mengulas cara tarik peserta didik pindahan/mutasi dari sekolah asal ke sekolah baru karena kita sudah memasuki tahun pelajaran 2018/2019 semester genap. Untuk panduan cara tarik peserta didik baru insya Allah lain waktu akan admin bagikan juga di laman ini. Jadi pastikan selalu ikuti laman Media Informasi dan Edukasi pada Fanspage Facebook kami atau bisa langsung klik tautan berikut ini (FANSPAGE KOLOMEDU) untuk mendapatkan informasi terkini dari sumber terpercaya.

Baik, langsung saja berikut panduan Panduan Cara Tarik Peserta Didik Pindahan/Mutasi Secara Online di Laman Dapodikdasmen.

Pertama, silahkan bukan laman resmi http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/. Silahkan login menggunakan username dan password yang Anda gunakan pada aplikasi dapodik. Karena kita sebagai operator sekolah pastikan login sebagai Manajemen Sekolah seperti gambar di bawah.

manajemen sekolah

Kedua, setelah berhasil login Anda akan dibawa ke laman https://data.dikdasmen.kemdikbud.go.id/. Pada informasi akun silahkan klik "KELOLA DATA POKOK".

kelola data pokok

Ketiga, selanjutnya silahkan klik menu "PESERTA DIDIK" dan klik "+TAMBAH PESERTA DIDIK".

tambah peserta didik

Keempat, kemudian klik pada pada menu "PINDAHAN/MUTASI". Selanjutkan pilih/isikan  data asal sekolah peserta didik yang mutasi. Pastikan data sekolah asal peserta didik pindahan benar-benar valid sehingga akan mempermudah proses selanjutnya. Untuk itu silahkan kepada rekan operator untuk meminta data lengkap peserta didik pindahan.

Selanjutnya pilih/isikan data mulai dari Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Sekolah Asal. Jangan lupa klik kode "TAMPILKAN" untuk memunculkan menu "Rombel Tujuan". Isikan/pilih kolom sebelah kanan Rombel Tujuan sesuai kelas siswa saat ini, misal saat ini siswa pindahan tersebut adalah kelas 5 maka pilih Kelas 5 (lihat gambar gambar).


Kelima, Silahkan cari dan pilih centang () pada daftar nama peserta pindahan pada daftar siswa yang muncul. Selanjutnya pilih "SIMPAN".


Alhamdulillah dari sini Anda sudah berhasil memindah peserta didik pindahan ke database pusat dapodik. Langkah selanjutnya adalah silahkan buka aplikasi dapodik Anda. Sinkronkan aplikasi seperti biasa. Jika proses sinkronisasi berhasil maka otomatis peserta didik pindahan yang ada di database pusat dapodik akan masuk ke dalam aplikasi dapodik yang terinstal di laptop Anda. Selanjutnya silahkan isi data-data yang diperlukan.

Bagaimana, sangat mudah sekali bukan?. Jika proses sinkronisasi berhasil namun data peserta didik pindahan belum masuk ke aplikasi dapodik silahkan ulangi sekali lagi cara-cara di atas. Atau setelah data siswa berhasil pindah ke database dapodik pusat tunggu beberapa saat, baru sinkronisasikan aplikasi dapodik Anda.

Demikian Panduan Cara Tarik Peserta Didik Pindahan/Mutasi Secara Online di Laman Dapodikdasmen. Semoga bermanfaat, wassalamu'alaikum.wr.wb.

Integrasikan Data, NISN akan Diganti dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Assalamu’alaikum.wr.wb. Salam sejahtera dan bahagia bagi pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan integrasi data kependudukan dengan data pendidikan. Oleh karena itu mulai tahun ajaran 2019/2020, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) akan diganti dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

NISN diganti NIK
Image source: Kemdikbud.go.id

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, kedua kementerian akan mengintegrasikan data pokok pendidikan (dapodik) di Kemendikbud dengan data kependudukan dan catatan sipil di Kemendagri. Salah satu tujuannya adalah untuk mendukung kebijakan zonasi dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Mendikbud menuturkan, melalui integrasi data kependudukan dengan data pendidikan, salah satu hal yang akan diubah dari sistem PPDB tahun ini adalah teknis pendaftaran anak ke sekolah tujuan. Ke depannya, orang tua tidak perlu datang ke sekolah untuk mendaftarkan anaknya. Diharapkan dengan dukungan aparat Kemendagri itu justru sekolah bersama-sama dengan aparat desa dan aparat kelurahan mendata anak ini harus masuk sekolah mana, itu ditetapkan oleh pemerintah terutama untuk masuk sekolah negeri.

Tidak hanya itu, integrasi data tersebut juga bertujuan untuk mendukung tercapainya rencana pemerintah dalam mewujudkan program wajib belajar 12 tahun. Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakhrulloh menjelaskan, Kemendagri mendukung kebijakan pendidikan yang berlaku secara nasional, termasuk zonasi dalam PPDB dan wajib belajar 12 tahun.

Ia menuturkan, setelah dilakukan integrasi data, dengan mengetik NIK di basis data akan keluar data lengkap siswa yang bersangkutan. “Kalau nanti misalnya dia putus sekolah di kelas 5, Pak Menteri (Mendikbud) bisa memerintahkan dinas (pendidikan), aparat, dirjen, atau Mendagri memerintahkan bupati atau walikota untuk mengecek anak ini putus sekolahnya kenapa? Kalau nggak punya biaya, (kita) urus beasiswanya, bisa dari APBN atau APBD,” kata Zudan Arif. Dengan demikian, lanjutnya, pemerintah bisa memastikan wajib belajar 12 tahun bisa dicapai karena anak usia sekolah bisa dilacak dengan basis data kependudukan melalui integrase data.

Integrasi data kependudukan dengan dapodik ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama antara Mendikbud Muhadjir Effendy dengan Mendagri Tjahyo Kumolo tentang Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dalam Lingkup Tugas Kemendikbud pada 10 November 2016 lalu.

Sementara itu dalam warta sebelumnya

Integrasikan Dapodik dengan Data Kependudukan, Mendikbud Ubah NISN dengan NIK

Menindaklanjuti kerjasama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo tentang Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dalam lingkup tugas Kemendikbud pada 10 November 2016 lalu, Kemendikbud akan mengintegrasikan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan Data Kependudukan dan Catatan Sipil di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada tahun 2019.

“Hari ini kita memastikan bahwa MoU itu berjalan di lapangan dan yang paling penting pada hari ini ada kesepakatan bahwa nanti untuk seluruh siswa itu tidak lagi memakai Nomor Induk Siswa Nasional tapi pakai Nomor Induk Kependudukan, cukup dijadikan satu”, disampaikan Mendikbud kepada awak media usai pertemuan dengan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah, di Kantor Kemendikbud, Jakarta (22/01/2019).

Tujuan diintegrasikannya Dapodik dengan NIK, dijelaskan Mendikbud, kedua data ini dapat dimanfaatkan untuk sistem zonasi terutama pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). “Dulu orang tua datang ke sekolah untuk mendaftarkan anaknya. Nanti kita harapkan dengan dukungan dari aparat Kemendagri, justru sekolah lah bersama aparat desa dan aparat kelurahan mendata anak ini masuk ke sekolah mana, didata oleh pemerintah terutama untuk masuk sekolah negeri”, ujarnya.

Untuk teknisnya, Mendikbud menjelaskan tahun ini sudah tidak ada lagi siswa yang memiliki nomor induk siswa nasional dan akan menggantinya dengan NIK berdasarkan profil keluarga siswa yang terdata di sekolah. “Mereka kan sudah ada di sekolah-sekolah. Tinggal mengecek dia termasuk di daerah mana? tinggal dimana?keluarganya siapa? Saya kira secara teknis tidak ada kesulitan hanya memang kita perlu penyepadanan data”, jelas Mendikbud.

Senada dengan itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri mengungkapkan sepenuhnya akan mengikuti sistem yang dibangun oleh Kemendikbud, termasuk data kependidikan siswa dengan berbasis data kependudukan.

“Dengan NIK itu ketika dicari datanya dalam data kependudukan langsung akan diketahui. Dia sekolah di mana? Tinggal di mana? Sekarang kelas berapa? Kalau nanti dia putus sekolah di kelas 5, nanti bisa ngecek putus sekolah karena apa? kalau gak punya biaya, bisa diurus beasiswanya, baik itu beasiswa dari APBN maupun APBD”, ungkap Zudan. Zudan menambahkan pemerintah bisa memastikan wajib belajar 12 tahun dapat terselesaikan karena data siswanya bisa dilacak dan di tracking dengan berbasis data kependudukan.

Selain itu, Zudan menambahkan manfaat dari terintegrasinya dapodik dengan data kependudukan adalah untuk melakukan updating data kependudukan bagi peserta didik atau penduduk yang sampai saat ini belum terdata dalam data kependudukan. “Ini kita dapat umpan balik, ini bagus dalam rangka membangun ekosistem kependudukan berbasis pendidikan. Kita bisa bolak balik, sistem pendidikan berbasis data kependudukan, bisa juga data kependudukan dibangun dengan ekosistem dari dunia pendidikan. Ini ada timbal balik yang saling menguntungkan dalam penyelenggaraan pemerintah”, ujarnya.

Demikian informasi yang dapat admin bagikan, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Sumber: kemdikbud.go.id

Cara Cek dan Download Sertifikat Akreditasi Sekolah

Assalamu'alaikum.wr.wb. Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda Pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada.

Aplikasi Sispena-S/M adalah aplikasi penilaian akreditasi yang berbasis web, dimana bisa akses dimana saja, kapan saja dengan syarat terhubung dengan internet.

sertifikat akreditasi sekolah

Selain bisa diakses menggunakan Laptop atau komputer aplikasi Sispena juga bisa diakses menggunakan handphone ataupun device yang resolusinya lebih kecil.

Adapun langkah-langkah untuk mengakses atau menggunakan aplikasi Sispena-S/M yaitu:

1. Buka url: bansm.kemdikbud.go.id/sispena di halaman browser.

2. Akan muncul halaman login seperti terlihat di bawah ini.

sispena bansm

3. Selanjutnya masukkan username dan password yang dimiliki. Untuk username dan password default adalah menggunakan NPSN. Misal NPSN adalah 1234567, maka isikan kolom username dan pasword dengan angka 1234567.

4. Setelah itu masukkan kode pengaman/ kode captcha yang muncul secara acak pada form dibawahnya. dan klik LOGIN.

5. Apabila berhasil masuk maka, Sistem akan langsung menampilkan jendela form identitas sekolah yang sebagian besar telah terisi dari data dapodik/EMIS seperti gambar dibawah.

cek akreditasi sekolah

Apabila sekolah Anda sudah terakreditasi dan ingin mengunduh serta mencetak sertifikat akreditasi caranya adalah sebagai berikut.

Silahkan klik Main Menu Dashboard (sebelah kiri), selanjutnya pada Dashboard
Proses data penilaian Akreditasi BAN S/M (sebelah kanan) di menu Pleno silahkan klik "Download Sertifikat" (lihat alur pada gambar).

Cetak Setifikat Akreditasi Sekolah

Setelah sertifikat akreditasi sekolah terunduh silahkan cetak seperti biasa di print Anda.

Demikian Cara Cek dan Download Setifikat Akreditasi Sekolah di laman bansm.kemdikbud.go.id. Semoga bermanfaat, terima kasih, wassalamu'alikum.wr.wb.