Home » » Waspadai Bila Anak Balita Jago Main Ponsel Pintar

Waspadai Bila Anak Balita Jago Main Ponsel Pintar

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Salah satu dampak perkembangan teknologi yang semakin pesat adalah munculnya ponsel-ponsel pintar yang hampir dapat kita jumpai di konter-konter atau gerai-gerai penjual ponsel. Berbagai jenis produk ponsel yang ditawarkan juga beragam, yang mahal atau yang murah, semuanya tersedia.

Para penggunanya pun juga beragam. Orangtua, remaja dan anak-anak kecil yang sangat lihai menggunakan ponsel-ponsel tersebut, meski pada dasarnya bagi anak kecil penggunaannya belum terlalu penting. Hal ini mungkin karena dampak begitu mudahnya mendapatkan ponsel-ponsel tersebut, selain harga yang relatif murah, fitur yang disematkan juga semakin canggih.

Waspadai Bila Anak Balita Jago Main Ponsel Pintar
Anak main ponsel

Dari fenomena di atas, pernahkah Anda melihat seorang anak sudah mahir memainkan fitur-fitur yang ada di pondel pintar? Apakah Anda juga pernah memperhatikan sekumpulan anak kecil berkumpul di suatu tempat atau ruangan, namun suasana sunyi senyap. Tak ada celotehan, tak ada tawa riang, sebab masing-masing anak memegang ponsel pintar, tablet dan asyik memainkan game?

Peristiwa tersebut adalah fakta yang terjadi di kota besar dan di pedesaan. Apakah itu suatu hal yang wajar sebagai bagian dari perkembangan teknologi?

Psikolog dan ahli terapi hypno, Rustika Thamrin S.Psi, mengingatkan akan efek buruk dari membiasakan anak-anak usia di bawah lima tahun memainkan gadget secara berlebihan.

Saat Seminar Parenting dengan tema Parenting Our Child In Gadget Era di Global Sevilla, Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 25 Fabruari 2016, Rustika menuturkan beberapa bahaya dari pembiasaan memainkan gadget secara berlebihan. Disebut berlebihan, jika anak memainkan gadget rata-rata 2 jam sehari.

Menurut Rustika, beberapa bahaya itu antara lain;

1. Hilangnya hubungan emosional dengan orang lain. Hal ini akan lebih parah bila kedua orang-tuanya juga gandrung berkomunikasi dengan media sosial, yang bisa mengakibatkan hilangnya hubungan emosional antara anak dan orang tua;

2. Hilangnya rasa empati. Keasyikan bermain-main dengan gadget, membuat seorang anak tidak mempunyai rasa empati, atau merasakan apa yang dirasakan dan dibutuhkan orang lain dari dirinya;

3. Timbulnya sikap egosentris. Terbiasa memainkan gadget hanya dengan sekali ‘klik’ atau sekali ‘pijit tombol’ membuat anak terbiasa melakukan sesuatu secara instan dan terbiasa melakukan apa yang diinginkan tanpa peduli orang lain;

4. Efek dari sikap egosentris itu menimbulkan perilaku agresif, malas bergaul, dan pasif;

Waspadai Bila Anak Balita Jago Main Ponsel Pintar
Bergaul dengan teman-temannya

5. Berkurangnya, atau bahkan hilangnya motivasi untuk belajar. Terbiasa bermain ponsel atau tablet, membuat semangat belajar turun, malas belajar, bahkan malas bersekolah;

6. Kurang atau susah untuk berkonsentrasi. Terbiasa memainkan gadget dengan berbagai fitur secara intensif menyebabkan anak sulit berkonsentrasi;

7. Mudah frustrasi dan depresi. Terbiasa memainkan gadget yang serba instan dalam waktu yang lama menyebabkan anak gampang frustrasi bila keinginannya tidak terpenuhi. Frustrasi yang dibiarkan akan berkembang lebih dalam menjadi depresi dan timbulnya psikosomatik. Salah satu gejalanya adalah tiap hari Senin atau pagi hari menjelang sekolah tiba-tiba sakit perut, mual atau sakit kepala sehingga menjadi alasan untuk membolos dari sekolah;

8. Kesepian dalam keramaian. Terlalu lama bermain gadegt membuat anak merasa kesepian dalam keramaian. Ia secara tidak sadar menciptakan dinding pemisah antara dirinya dan lingkungan sekitarnya;

9. Melakukan perundungan (bullying). Sifat egosentris, mudah frustrasi dan sifat anti sosial, akan menumbuhkan perilaku anak yang suka melakukan perundungan (bullying);

10. Tawuran. Saat remaja, anak akan gampang terlibat dalam tindakan tawuran;

11. KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga). Bila akibat negatif bermain gadget dibiarkan, kelak bila sudah menikah, dia akan gampang tersulut emosinya sehingga mempermudah terjadinya KDRT;

12. Korupsi. Terbiasa melakukan segala sesuatu serba instan, kelak bila sudah bekerja, dia akan gampang mengkorupsi. (Yanuar Jatnika – sahabatkeluarga)

Demikian ulasan dampak dari anak balita jika berlebihan memainkan ponsel pintar. Sebagai orangtua tentu kita tidak mengharapkan sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari. Alangkah baik dan bijak jika kita tidak membiasakan anak-anak kita yang masih balita untuk menggunakan ponsel pintar terlebih dahulu, ataupun jika anak balita sudah terbiasa menggunakannya mungkin mengatur waktu itulah jalan yang terbaik, atau mungkin melarangnya sama sekali.

Akhir kata, semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan. Terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment