Latest News

Pemerintah Buka Pendaftaran 19.210 CPNS Mahkamah Agung dan Kemenkumham

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Pemerintah membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mengisi jabatan terkait penegakan hukum di Mahkamah Agung (MA) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Jabatan ini menjadi prioritas mengingat adanya peningkatan beban kerja di kedua instansi tersebut, dan banyaknya PNS yang memasuki batas usia pensiun.

Pemerintah Buka Pendaftaran 19.210 CPNS Mahkamah Agung dan Kemenkumham
Image source: @menpan.go.id

Sebagaimana dikutip laman resmi menpan.go.id, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengatakan, formasi untuk kedua instansi tersebut sebanyak 19.210 orang, terdiri dari 1.684 CPNS untuk Mahkamah Agung (MA) dan 17.526 kursi CPNS di Kementerian Hukum dan HAM.

Jumlah tersebut termasuk untuk mengakomodir putra/putri lulusan terbaik (cumlaude) dan putra/putri Papua dan Papua Barat. Untuk lulusan cumlaude kuotanya sebanyak 468 orang, sedangkan putra/putri Papua dan Papua Barat sebanyak 301 orang.

Dijelaskan, formasi untuk MA sejumlah 1.684 calon hakim pada peradilan umum, peradilan agama dan peradilan tata usaha negara. Untuk posisi calon hakim ini, kualifikasi hanya untuk sarjana hukum, sarjana syariah dan sarjana hukum Islam.

Sedangkan formasi CPNS untuk Kementerian Hukum dan HAM meliputi 21 jabatan, mulai dari Penjaga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) hingga analis keimigrasian. “Kuota untuk penjaga Lapas mencapai empat belas ribu, dengan kualifikasi lulusan SLTA sederajat yang menguasai komputer,” ujar Menteri Asman dalam jumpa pers di kantor Kementerian PANRB, Selasa (11/07).

Dari kuota CPNS untuk Kementerian Hukum dan HAM sebanyak 17.526 kursi, 14.000 diantaranya untuk jabatan penjaga lapas atau sipir, dan 2.278 analis keimigrasian. Untuk analis keimigrasian ini, dibutuhkan sarjana dari berbagai jurusan, antara lain Hukum, Sosial Politik, Ekonomi, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Teknik Informatika, Teknik Komputer dan Bahasa Asing.

Informasi mengenai rekruitmen CPNS ini dapat dilihat di situs
  • a. Situs Kementerian PANRB: www.menpan.go.id
  • b. Situs BKN: https://sscn.bkn.go.id
  • c. Situs Mahkamah Agung: https://www.mahkamahagung.go.id, http://badilum.mahkamahagung.go.id, http://badilag.mahkamahagung.go.id, http://ditjenmiltun.mahkamahagung.go.id/
  • d. Situs Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia: http://cpns.kemenkumham2017.go.id

Seperti halnya seleksi CPNS sebelumnya, pendaftaran dilakukan secara online dan terintegrasi secara online melalui https://sscn.bkn.go.id pada tanggal 1 – 31 Agustus.

Seperti tahun sebelumnya, satu orang pelamar hanya bisa mendaftar untuk satu jabatan di satu instansi. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, berhak mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Selain SKD, juga dilakukan seleksi kompetensi bidang (SKB).

 Menteri Asman menegaskan, pelaksanaan seleksi CPNS ini dilakukan berdasarkan prinsip kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari praktik KKN, dan tidak dipungut biaya, sehingga tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun. Setelah selesai ujian, peserta akan langsung mengetahui nilainya. “Jadi jangan percaya kalau ada pihak-pihak yang menawarkan jasa bisa meluluskan seseorang dengan imbalan sejumlah uang. Jangan mau menjadi korban percaloan,” ujarnya. (ags/HUMAS MENPANRB)

Demikian informasi terkait Pendaftaran 19.210 CPNS di Mahkamah Agung dan Kementerian Hukum dan HAM. Semoga bemanfaat, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Kemendikbud Buka Pendaftaran Program Seniman Mengajar Gelombang 2 untuk Daerah 3T

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, kembali membuka pendaftaran untuk program Seniman Mengajar, yaitu program seniman mengajar kesenian kepada masyarakat/ komunitas/ sanggar yang berada di daerah dengan predikat 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang berada di Indonesia.

Kegiatan Seniman mengajar tahap 2 untuk akan dilaksanakan di tujuh daerah 3T, yaitu di wilayah Bengkulu Tengah; Bulungan, Kalimantan Utara; Pulau Morotai, Sulawesi Tenggara; Wakatobi, Sulawesi Tenggara; Tanjung Lesung, Banten; Mandalika,  Nusa Tenggara Barat; dan Danau Toba,  Sumatera Utara.

Pendaftaran Program Seniman Mengajar Gelombang 2 untuk Daerah 3T

“Kegiatan ini berlaku khusus bagi seniman yang peduli, bermental tangguh, siap mengambil tantangan dan bernyali terhadap kondisi di daerah 3T,” bunyi siaran pers Kemendikbud, Senin (10/7).

Pendaftaran  program seniman mengajar ini dibuka mulai 5 Juli hingga 20 Juli 2017 melalui laman http://senimanmengajar.kemdikbud.go.id . Pengumuman hasil seleksi akan dilaksanakan pada 27 Juli 2017, sementara pelaksanaan kegiatan Seniman Mengajar tahap 2 akan berlangsung pada tanggal 4 Agustus hingga 7 September 2017.

Para peminat harus memenuhi persyaratan, yaitu:
  • a. Warga Negara Indonesia;
  • b. Usia 30 – 60 tahun;
  • c. Non PNS (Pegawai Negeri Sipil);
  • d. Profesional dan berdedikasi tinggi terhadap seni;
  • e. Memiliki pengalaman minimal 5 tahun dalam berkesenian;
  • f. Mampu beradaptasi dengan lingkungan di lokasi tempat mengajar; g. Dapat berkomunikasi dengan baik dan aktif; h. Sehat jasmani dan rohani; i. menguasai management seni, pengemasan seni dan penggalian kesenian lokal; dan
  • j. Belum pernah mengikuti kegiatan Seniman Mengajar.

Para peminat yang terpilih memperoleh hak:
  1. Mendapatkan insentif;
  2. Sertifikat;
  3. Sarana pendukung/ keperluan belajar;
  4. Akomodasi (tinggal bersama masyarakat setempat) dan konsumsi; dan
  5. Transportasi dari daerah asal ke lokasi kegiatan dan transportasi di lokasi kegiatan.

Siaran pers Kemendikbud menyebutkan, kegiatan Seniman Mengajar bertujuan untuk menggali potensi kearifan lokal daerah, menjalin jejaring antara seniman dengan masyarakat/pelaku seni/komunitas/budayawan untuk mengangkat kembali dan mengembangkan kesenian daerah melalui lima bidang seni yaitu seni tari, seni musik, seni rupa, seni pertunjukan, dan seni media.

Sebelumnya, Seniman Mengajar tahap 1 telah berlangsung pada bulan Mei 2017 di tiga daerah 3T, yaitu Natuna, Kepulauan Riau; Kapuas Hulu, Kalimantan Barat; dan Belu, Nusa Tenggara Timur.

“Dengan program ini masyarakat di daerah 3T dapat terbuka wawasannya dan dapat menjalin kerja sama dengan para seniman sehingga dapat meningkatkan kualitas ekspresi seni dan penguatan identitas budaya di daerah 3T,” bunyi siaran pers itu.

Dalam melaksanakan program Seniman Mengajar ditekankan prinsip – prinsip : partisipatif, dialogis, dan transformasi. Format kegiatan residensi seniman dalam kurun waktu yang ditentukan dengan target paket kegiatan selesai. Seniman berbagi ilmu dan keahlian dengan seniman lokal yang mewakili sanggar/ komunitas. (Humas Kemendikbud/ES)

Demikian informasi Pendaftaran Program Seniman Mengajar Gelombang 2 untuk Daerah 3T yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Pemerintah Belum Terbitkan Pengumuman Resmi Rekrutmen CPNS Formasi Umum Tahun 2017

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Melalui siaran pers yang dirilis laman resmi bkn.go.id, Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku instansi yang bertanggung jawab dalam Panitia seleksi nasional (Panselnas) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menyatakan bahwa hingga saat ini pemerintah belum menerbitkan informasi rekrutmen CPNS formasi umum tahun 2017.

Pemerintah Belum Terbitkan Pengumuman Resmi Rekrutmen CPNS Formasi Umum Tahun 2017

BKN bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) saat ini masih melakukan evaluasi terhadap kebutuhan formasi jabatan-jabatan di instansi pemerintah pusat dan daerah yang masuk dalam kategori program prioritas pemerintah secara nasional dan melakukan validasi kebutuhan jabatan prioritas yang dibutuhkan.

Dalam rapat BKN bersama KemenPANRB dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang berlangsung Rabu, (05/07/2017) di Kantor KemenPAN RB masih dilakukan pembahasan terhadap kriteria pemenuhan kebutuhan dan evaluasi kriteria nilai ambang batas Tes Kompetensi Dasar (TKD) seleksi CPNS tahun 2014 lalu.
Baca juga: Pemerintah Batasi Formasi Pengadaan CPNS Pemda
Masyarakat diminta untuk selektif dalam menerima informasi penerimaan CPNS yang marak beredar di media sosial dan sumber resmi pengumuman penerimaan CPNS formasi umum hanya akan dikeluarkan oleh laman resmi pemerintah dalam website dengan domain go.id misalnya lewat www.menpan.go.id, www.bkn.go.id dan fanpage facebook ( Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia ) dan twitter @BKNgoid.

Setiap pengumuman resmi penerimaan CPNS formasi umum akan disampaikan kepada public lengkap dengan mekanisme dan waktu pelaksanaannya. Untuk itu masyarakat diminta hanya memantau info penerimaan secara resmi dari website pemerintah.

Demikian informasi yang dapat admin share, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Inilah 10 Objek Budaya dalam UU Pemajuan Kebudayaan

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Indonesia adalah salah satu negara kepulauan di Asia tenggara dan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki ribuan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama.

Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, di mana hanya sekitar 7.000 pulau yang berpenghuni. Selain itu, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia setelah Cina, India dan Amerika (Sumber: Statista.de, 2016).

Masyarakat Indonesia terdiri dari sekitar 300 suku, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Cina, Dayak dan Papua. Setiap suku memiliki dialek tersendiri. Secara keseluruhan terdapat lebih dari 360 dialek yang memperkaya budaya Indonesia.

10 Objek Budaya dalam UU Pemajuan Kebudayaan
Source @Kebudayaan-Kemdikbud

Banyaknya suku juga berpengaruh pada ragam budaya yang ada di tiap daerah. Maka tidaklah heran jika kita berkunjung dari daerah satu ke daerah lainnya akan menemui budaya yang berbeda-beda.

Sebagai warga negara kita patut bersyukur dan berbangga dengan keragaman tersebut. Meski berbeda kita bisa hidup bersama dan berdampingan satu sama lain. Saling menghormati dan menghargai antara tradisi satu dan lainnya.

Menjaga kelestarian tradisi merupakan tanggung jawab kita bersama Pemerintah agar kebudayaan tersebut tidak punah.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Pemajuan Kebudayaan, tindakan yang dilakukan terhadap objek pemajuan kebudayaan yakni inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, dan penyelamatan.

Setiap warga negara dapat berperan aktif dalam pemajuan kebudayaan. Sepuluh objek pemajuan kebudayaan tersebut adalah tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus. Berikut penjelasan singkat tentang ke-10 objek pemajuan kebudayaan tersebut seperti dilansir laman kemdikbud.go.id:

1. Tradisi Lisan
Tradisi Lisan adalah tuturan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat, seperti sejarah lisan, dongeng, rapalan, pantun, cerita rakyat, atau ekspresi lisan lainnya. Contoh cerita rakyat antara lain Malin Kundang dari Sumatera Barat, Tangkuban Perahu dari Jawa Barat, dan Legenda Si Kembar Sawerigading dan Tenriyabeng dari Sulawesi Barat.

2. Manuskrip
Manuskrip adalah naskah beserta segala informasi yang terkandung di dalamnya, yang memiliki nilai budaya dan sejarah, seperti serat, babad, kitab, dan catatan lokal lainnya. Contoh babad antara lain Babad Tanah Jawi yang menceritakan cikal-bakal kerajaan-kerajaan di Jawa beserta mitosnya. Contoh serat antara lain Serat Dewabuda, yang merupakan naskah agama yang menyebutkan hal-hal yang khas ajaran Buddha.

3. Adat Istiadat
Adat Istiadat adalah kebiasaan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus-menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya, antara lain, tata kelola lingkungan dan tata cara penyelesaian sengketa.

4. Permainan Rakyat
Permainan Rakyat adalah berbagai permainan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan kelompok masyarakat yang bertujuan untuk menghibur diri. Contoh permainan rakyat antara lain permainan kelereng, congklak, gasing, dan gobak sodor.

5. Olahraga Tradisional
Olahraga Tradisional adalah berbagai aktivitas fisik dan/atau mental yang bertujuan untuk menyehatkan diri dan meningkatkan daya tahan tubuh, didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus menerus, dan diwariskan lintas generasi. Contoh olahraga tradisional antara lain bela diri, pasola, lompat batu, dan debus.

6. Pengetahuan Tradisional
Pengetahuan Tradisional adalah seluruh ide dan gagasan dalam masyarakat yang mengandung nilai-nilai setempat sebagai hasil pengalaman nyata dalam berinteraksi dengan lingkungan, dikembangkan secara terus menerus dan diwariskan lintas generasi. Pengetahuan tradisional antara lain kerajinan, busana, metode penyehatan, jamu, makanan dan minuman lokal, serta pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta.

7. Teknologi Tradisional
Teknologi Tradisional adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang atau cara yang diperlukan bagi kelangsungan atau kenyamanan hidup manusia dalam bentuk produk, kemahiran, dan keterampilan masyarakat sebagai hasil pengalaman nyata dalam berinteraksi dengan lingkungan, dan dikembangkan secara terus menerus serta diwariskan lintas generasi. Contoh teknologi tradisional adalah proses membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau, atau menumbuk padi dengan menggunakan lesung.

8. Seni
Seni adalah ekspresi artistik individu, kolektif, atau komunal, yang berbasis warisan budaya maupun berbasis kreativitas penciptaan baru yang terwujud dalam berbagai bentuk kegiatan dan/atau medium. Seni terdiri atas seni pertunjukan, seni rupa, seni sastra, film, dan seni media. Seni pertunjukan antara lain seni tari, seni teater atau seni musik. Contoh seni sastra yaitu lukisan, patung, atau keramik.

9. Bahasa
Bahasa adalah sarana komunikasi antarmanusia, baik berbentuk lisan, tulisan, maupun isyarat, misalnya bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Di Indonesia terdapat sekitar 700 bahasa daerah yang tersebar di berbagai pulau, dari ujung Sumatra hingga Papua. Bahkan, dalam satu provinsi bisa terdapat berbeda-beda bahasa daerah. Misalnya di Provinsi Aceh terdapat bahasa Aceh dan bahasa Gayo.

10. Ritus
Ritus adalah tata cara pelaksanaan upacara atau kegiatan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terusmenerus dan diwariskan pada generasi berikutnya, antara lain, berbagai perayaan, peringatan kelahiran, upacara perkawinan, upacara kematian, dan ritual kepercayaan beserta perlengkapannya. (Desliana Maulipaksi)

Demikian 10 Objek Budaya dalam UU Pemajuan Kebudayaan yang wajib kita ketahui. Terima kasih, semoga bermanfaat, wassalamu'alaikum.wr.wb.

Sumber:
1. http://www.indonesia-frankfurt.de/pendidikan-budaya/sekilas-tentang-budaya-indonesia/
2. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/06/ini-10-objek-budaya-dalam-uu-pemajuan-kebudayaan

Point Penting PP 19 Tahun 2017 tentang Perubahan PP 74 Tahun 2008 Terkait Aturan Guru

Assalamu'alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Dengan diberlakukannya PP 19 Tahun 2017 Tentang PP 74 Tahun 2008 oleh Pemerintah tentang Guru terdapat beberapa perubahan yang fundamental terkait aturan guru,  kepala sekolah dan pengawas sekolah. Beberapa perubahan sesuai PP 19 Tahun 2017 Tentang PP 74 Tahun 2008 Tentang Guru antara lain:

  1. Terkait  Beban Kerja Guru PNS minimal 24 jam maksimal 40 Jam
  2. Terkait Tugas pokok dan Fungsi Kepala Sekolah tidak Perlu mengajar
  3. Dalam hal Guru diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan, akan diberikan tunjangan profesi pengawas satuan pendidikan dan tidak diberikan Tunjangan Profesi.

Point Penting PP 19 Tahun 2017 tentang Perubahan PP 74 Tahun 2008

Pemindahan Guru yang diangkat oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah Guru yang bersangkutan bertugas pada satuan pendidikan paling singkat selama 4 (empat) tahun, kecuali Guru yang bertugas di Daerah Khusus.

Pasal 66

(l) Bagi Guru Dalam Jabatan yang diangkat sampai dengan akhir tahun 2015 dan sudah memiliki kualilikasi akademik S-l/D-IV tetapi belum memperoleh Sertilikat Pendidik dapat memperoleh Sertifrkat Pendidik melalui pendidikan profesi Guru.

(2) Pendidikan profesi Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibiayai oleh
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah,dan/atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Masyarakat.

(3) Ketentuan mengenai tata cara memperoleh Sertifikat Pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri.

Tantangan yang dihadapi ke depan adalah dalam pelaksanaan tata kelola pendidik dan tenaga kependidikan antara lain meliputi :

1. Ketersediaan Guru dan tenaga kependidikan yang merata, dengan cara:

meningkatkan perencanaan kebutuhan, penyediaan, pengangkatan, distribusi, dan pemerataan pendidik dan tenaga kependidikan; meningkatkan kapasitas daerah dalam mengelola perekrutan, penempatan, dan peningkatan mutu Guru secara efektif dan efisien; mengawasi proses pengangkatan Guru di daerah berdasarkan kriteria mutu dan kebutuhan wilayah; serta meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pendidikan oleh LPIK dengan rencana penyediaan Guru di daerah.

2. Pembinaan Guru dan tenaga kependidikan, dengan cara:

  • Meningkatkan kualifikasi Guru dan tenaga kependidikan.
  • Memperkuat sistem uji kompetensi Guru, dan mengitegrasikan dengan sistem Sertifikasi.
  • Menerapkan sistem penilaian kinerja Guru yang sahih, andal, transparan, dan berkesinambungan.
  • Meningkatkan kompetensi Guru secara berkelanjutan melalui pendidikan dan pelatihan.
  • Menyelaraskan kurikulum pendidikan dan pelatihan Guru dan tenaga kependidikan dengan kebutuhan peserta didik, dunia kerja, dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
  • Memperkuat fungsi penjaminan mutu pendidikan di tingkat pusat dan daerah.
  • Memperkuat kerjasama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Guru, kepala satuan pendidikan, pengawas dan Masyarakat dalam mengawal penerapan kurikulum.
  • Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG)dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS).
  • Memperbaiki sistem penyaluran Tunjangan Profesi; dan memperbaiki sistem karir, penghargaan, dan perlindungan Guru dan tenaga kependidikan.
Demikian penjelasan Point Penting PP 19 Tahun 2017 tentang Perubahan PP 74 Tahun 2008 tentang guru. Semoga bermanfaat, wassalamu'alaikum.wr.wb.

Unduh:
1. PP 74 Tahun 2008
2. PP 19 Tahun 2017

Kiat Mengurangi Sifat Egois pada Anak

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Mempunyai anak merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Anda yang telah berkeluarga. Merawat dan mendidik mereka adalah tugas kita bersama dalam keluarga.

Dalam masa perkembangannya terkadang banyak kita temui sifat dan sikap anak yang tidak sesuai dengan arahan kita, semaunya sendiri atau dalam istilah jawa “sak karepe dewe”.  Tidak mau menuruti perintah dan cenderung cuek.  Bahkan dalam kondisi tertentu anak juga terlihat bersifat egois, mau menangnya sendiri, tidak mau diajak kompromi.

Kiat Mengurangi Sifat Egois pada Anak

Egoisme adalah kecenderungan manusia untuk mementingkan diri sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain. Sifat egoistis sebetulnya sifat dasar manusia, namun pesan moral dari hampir semua sumber kearifan menganjurkan agar manusia berbuat baik kepada sesama manusia.

Anak dalam perkembangan psikologisnya pasti memiliki kecenderungan bersifat egoistis sampai masa remaja. Sifat egoistis ini secara bertahap akan berkurang seiring perkembangan psikologisnya yang semakin dewasa. Sifat egoistis juga bisa dikurangi melalui asupan nilai-nilai moral yang mulia.
Baca juga: Cara Menghadapi Anak yang Temperamental
Berikut kiat mengurangi sifat egoistis anak seperti dikutip dari laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id:

Pertama, biasakan anak berbagi. Orang tua perlu mengajarkan tentang berbagai permainan anak yang mengandung nilai keutamaan untuk berbagi, misal mobil-mobilan. Sesekali doronglah anak untuk meminjamkan mobil-mobilannya ke temannya.

Kedua, tingkatkan kepedulian anak. Mengenalkan dan meningkatkan kepedulian anak sangat penting, agar kelak rasa kepedulian itu tumbuh lebih baik dan lebih hebat dalam diri anak. Sejak dini ajaklah anak  membagikan makanan bagi orang miskin, dan belajar menyayangi lingkungan sosial mereka.

Ketiga, pakailah kegiatan bermain peran untuk menanamkan nilai kepedulian. Sesekali ajaklah anak bermain dokter-dokteran. Ajak salah satu teman untuk bermain, dan jadikan boneka sebagai pasien. Minta si anak berperan sebagai ibu si pasien, dan temannya sebagai dokter. Mintalah keduanya memeragakan adegan mengantarkan si boneka berobat, hingga si boneka diperiksa, dan kemudian dikembalikan ke ibunya.

Keempat, rencanakan jadwal anak bermain bersama teman-teman di taman atau di rumah, dan sediakan fasilitas bermain seperti untuk prosotan dan ayunan. Biasakan anak-anak bermain bersama, saling menjaga dan merawat bersama.

Kelima, berikan pujian kepada anak. Ketika si anak mau berbagi dengan orang lain, orang tua harus memberi pujian. Hal itu dapat membuat anak semakin percaya bahwa perbuatan itu baik. *

Demikian Kiat Mengurangi Sifat Egois pada Anak. Semoga bermanfaat,  wassalamu’alaikum.wr.wb.

*Nur Hafidz, mahasiswa program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini di IAIN Purwokerto.