Latest News

Tips Menjaga Kesehatan Anak yang Aktif

Tips Menjaga Kesehatan Anak yang Aktif

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Memiliki anak yang aktif adalah berkah bagi orang tua. Anda akan sangat senang melihat anak Anda bermain-main, belajar sesuatu yang baru, berkomunikasi dengan teman mereka, dan masih banyak lagi.

Akan sangat menyedihkan jika mereka sakit karena area bermain yang tidak sehat. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga agar kesehatan anak-anak Anda tetap aktif sehingga mereka bisa mengeksplorasi lebih banyak lagi.

Tips Menjaga Kesehatan Anak yang Aktif

Makanan Sehat

Hal pertama adalah memperhatikan makanan mereka. Ini adalah suatu keharusan bagi Anda untuk menyiapkan makanan sehat untuk anak-anak.

Penting untuk meminta anak-anak agar makan sayuran dan buah-buahan. Tidak masalah jika anak-anak Anda suka makan camilan tapi pastikan mereka sedang makan camilan sehat. Jika perlu, Anda bisa memasak makanan sendiri sehingga Anda tahu ramuannya.

Ada beberapa resep makanan sehat yang lezat untuk anak-anak yang bisa Anda coba. Misalnya, Anda bisa menyiapkan satu pak sandwich kalkun, salad buah, salad sayuran, dan masih banyak lagi. Kelola saja porsi makanannya sehingga mereka bisa mendapatkan cukup nutrisi dan vitamin agar tetap aktif sepanjang hari.

Minum Air yang Cukup

Jangan biarkan mereka bermain sebelum minum air putih. Minum cukup air membuat mereka terhindar dari dehidrasi dan mencegah beberapa penyakit. Sebaiknya minta mereka membawa botol setiap bermain agar mereka bisa meminumnya kapan saja mereka mau.

Minum air yang cukup adalah keharusan bagi anak-anak yang aktif sebelum, selama, dan setelah bermain dan saat mereka belajar. Cukup tambahkan dengan buah yang mengandung banyak air untuk variasi agar mereka tidak bosan.

Biasakan Sarapan Pagi

Beberapa anak tidak mau makan sarapan mereka. Sebelum menjadi kebiasaan yang tidak sehat, Anda bisa saja meminta mereka untuk sarapan pagi. Cobalah untuk memasak menu sarapan favorit mereka sehingga mereka berniat makan sarapan mereka. Tanyakan pada mereka apa yang menjadi kesukaannya.

Makan pagi sangat penting karena memberi mereka cukup energi ketika bermain dan belajar sepanjang hari. Sarapan seimbang adalah suatu keharusan. Untuk sarapan pagi anda bisa menyiapkan pisang dan susu atau sereal gula rendah.
Baca juga: 9 Manfaat Makan Bersama Keluarga
Olahraga

Anda bisa melatih mereka untuk melakukan gaya hidup sehat dini. Selain menyantap makanan sehat, Anda juga bisa mengajaknya melakukan olahraga.

Biarkan mereka melakukan latihan dengan Anda. Anda tidak harus memaksanya melakukan latihan keras. Anda bisa mengajak mereka melakukan latihan sederhana seperti berjalan di pagi hari, berlari, dan banyak lagi.

Ingatlah untuk membuat mereka bersenang-senang dan bahagia saat melakukan aktivitas mereka termasuk berolahraga, sehingga mereka tidak merasa bosan. Bagi anak-anak yang aktif sepertinya olahraga adalah hal yang menarik dan mudah dilakukan.

Cobalah Menjadi Teladan yang Baik

Tentu saja, ini bukan hanya tentang anak-anak kita saja. Sebagai orang tua mereka, Anda harus menjadi teladan yang baik. Karena itu, Anda harus mulai melakukan gaya hidup sehat untuk saat ini.

Jika Anda ingin mereka makan sayuran dan buah-buahan maka Anda harus melakukannya. Sebenarnya mereka akan mengikuti apa yang orangtua lakukan. Biarkan mereka terlibat dalam aktivitas sehat Anda sehingga mereka terbiasa dengannya.

Diharapkan dengan menerapkan tips di atas, Anda dapat menjaga agar anak Anda tetap aktif dan sehat. Karena tips di atas adalah cara alami dan terjangkau untuk menjaga kesehatan seluruh keluarga.

Demikian Tips Menjaga Kesehatan Anak yang Aktif. Semoga bermanfaat, terima kasih, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Manusia dalam Meminimalisir Stunting

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi dimanapun berada.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang salah satu sebab pokoknya adalah kekurangan gizi akut. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, sebanyak 37 % atau hampir 9 juta anak balita mengalami stunting. Angka ini bertambah terus dengan berjalannya waktu, sehingga Indonesia menyumbangkan anak stunting terbesar ke 5 di dunia.

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Manusia

Persoalannya, anak stunting atau kerdil rentan terhadap penyakit degenaratif dalam usia dini, tidak memiliki kecerdasan maksimal, serta berisiko besar menurunnya produktifitas. Berita ini memprihatinkan mengingat Indonesia akan mendapatkan bonus demografi tahun 2045. Jika kondisi anak balita mengalami stunting terus bertambah, bonus yang akan didapat bukan generasi emas yang mampu menyangga ekonomi Indonesia kedepan, tapi justru meningkatkan kemiskinan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian dan Lembaga Negara terkait telah berkoordinasi dan bersinergi dalam upaya menangani persoalan diatas. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga bekerja sama dengan Resourceful Parenting Indonesia (RPI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi orang tua tentang pencegahan, perawatan dan pengasuhan bagi 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Pada masa inilah proses tumbuh kembang seorang anak dimulai. Orang tua memiliki peran penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas sesuai dengan tahap perkembangan anak.

1000 hari pertama kehidupan dihitung sejak pembuahan sampai usia sekitar 2 bulan merupakan masa kritis yang dapat meminimalisir akibat stunting. Orang tua merupakan ujung tombak pengasuhan anak, yang diharapkan mampu mengejar untuk memperkecil akibat.

”Masalah stunting sudah menjadi masalah serius di Indonesia. Stunting menjadi program utama pemerintah yang diinisiasi oleh Bappenas dan didukung kementerian lain, salah satunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pendidikan Keluarga dan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini,” jelas Sekretaris Jenderal PAUD dan Dikmas, Wartanto, saat membuka Bimtek Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Hotel Twins, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Keluarga merupakan unit utama dalam menentukan masa depan anak. Keluarga juga yang memiliki peran besar dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. ”Kalau pemimpin keluarga tidak diedukasi, sama juga bohong. Saya yakin, pendidikan keluarga bisa mendukung penuh program stunting sesuai instruksi presiden ini,” tegas Wartanto.

Untuk tahap awal, Bimtek melibatkan 8 Kabupaten diantaranya Kulon Progo, Klaten, Nganjuk, Banggai, Polewali Mandar, Lombok Barat, Sumbawa, dan Maluku Tengah. Selanjutnya diharapkan akan berkembang menjadi sekitar 100 kabupaten pada tahun 2018 mendatang dengan sasaran daerah kantung-kantung prevalensi stunting. Peserta Bimtek terdiri dari perwakilan PKK, HIMPAUDI, dan Dinas Pendidikan setempat ini diharapkan mampu melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitarnya tentang stunting dan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan. (Bunga Kusuma Dewi)

Demikian informasi yang dapat admin share. Semoga bermanfaat, terima kasih, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Source: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id, 27-10-2017.

Inilah Jadwal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018

Jadwal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018

Assalamu'alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani oleh 3 Menteri telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018 sebanyak 21 hari. Keputusan bersama yang ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.


Surat Keputusan Bersama Nomor  707 Tahun 2017, Nomor  256 Tahun 2017, Nomor:01/Skb/Menpan-Rb/09/2017 yang ditetapkan pada tanggal 22 September 2017 tersebut mengatur tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018. Untuk hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018 sebanyak 21 hari yang terdiri dari 16 hari untuk libur nasional tahun 2018, dan 5 hari untuk cuti bersama.

SKB tersebut dikeluarkan dalam rangka efisiensi dan efektivitas hari kerja serta memberi pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta dalam melaksanakan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018.

Dalam surat keputusan bersama tersebut juga mengatur unit kerja yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat baik ditingkat pusat ataupun daerah, seperti rumah sakit, pemadam kebakaran, keamanan dan ketertiban, perbankan, perhubungan, dan lainnya untuk mengatur penugasan pegawai  atau karyawan pada hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018. Hal tersebut dimaksudkan agar penyelenggara pelayanan publik tetap beroperasi melayani masyarakat, meskipun hari libur nasional.

Adapun rincian Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018 tersebut adalah sebagaimana gambar di atas atau dapat unduh .Surat Keputusan Bersama (SKB) tersebut di akhir postingan. Terima kasih, semoga bermanfaat, wassalamu'alaikum.wr.wb.

Unduh:

Batas Usia Pensiun bagi PNS Jabatan Fungsional

Batas Usia Pensiun PNS Jabatan Fungsional

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Dengan dikeluarkannya Surat Kepala BKN Nomor: K.26-30/V.105-3/99 tertanggal 15 September 2017 tentang Wewenang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana telah menerbitkan Surat Kepala BKN Nomor: K.26-30/V.119-2/99 tertanggal 3 Oktober 2017 tentang Batas Usia Bagi PNS Yang Memegang Jabatan Fungsional.

Batas Usia Pensiun bagi PNS Jabatan Fungsional

Mengacu pada Pasal 239, Pasal 240, Pasal 354, dan Pasal 355 Peraturan Pemerintah Nomor:  11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil , menurut surat tersebut telah ditentukan sebagai berikut:

PNS yang telah mencapai Batas Usia Pensiun diberhentikan dengan hormat sebagai PNS.

Batas Usia Pensiun sebagaimana dimaksud yaitu:
  • 1. 58 (lima puluh delapan) tahun bagi pejabat administrasi, pejabat fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama, dan pejabat fungsional keterampilan;
  • 2. 60 (enam puluh) tahun bagi pejabat pimpinan tinggi dan pejabat fungsional madya; dan
  • 3. 65 (enam puluh lima) tahun bagi PNS yang memangku pejabat fungsional ahli utama.

Adapun Batas Usia Pensiun bagi PNS yang menduduki JF (Jabatan Fungsional)  yang ditentukan dalam undang-undang, menurut surat ini, berlaku ketentuan sesuai dengan Batas Usia Pensiun yang ditetapkan dalam undang-undang yang bersangkutan.

PNS yang berusia di atas 60 (enam puluh) tahun dan sedang menduduki JF ahli madya, yang sebelum Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Batas Usia Pensiunnya ditetapkan 65 (enam puluh lima) tahun, menurut surat ini, Batas Usia Pensiunnya tetap 65 (enam puluh lima) tahun.

Sedangkan PNS yang berusia di atas 58 (lima puluh delapan) tahun dan sedang menduduki JF ahli pertama, JF ahli muda, dan JF penyelia, yang sebelum Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Batas Usia Pensiunnya ditetapkan 60 (enam puluh) tahun, menurut surat ini, Batas Usia Pensiunnya tetap 60 (enam puluh) tahun.

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka menurut Surat Kepala BKN ini:
  • a. PNS yang menduduki jabatan fungsional ahli pertama, ahli muda, dan jabatan fungsional keterampilan batas usia pensiunnya 58 (lima puluh delapan) tahun;
  • b. PNS yang menduduki jabatan fungsional ahli madya, batas usia pensiunnya 60 (enam puluh) tahun; dan
  • c. PNS yang menduduki jabatan fungsional ahli utama, batas usia pensiunnya 65 (enam puluh lima) tahun.

PNS yang pada saat berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, menurut Surat Kepala BKN ini,  batas usia pensiunnya diatur sebagai berikut:

1) berusia 60 (enam puluh) tahun (yang lahir tanggal 7 April 1957) atau kurang dari 60 (enam puluh) tahun (yang lahir setelah tanggal 7 April 1957), dan menduduki jabatan fungsional ahli madya yang batas usia pensiun sebelumnya ditetapkan 65 (enam puluh lima) tahun maka batas usia pensiunnya menjadi 60 (enam puluh) tahun.

2) berusia lebih dari 60 (enam puluh) tahun (yang lahir sebelum 7 April 1957) dan menduduki jabatan fungsional ahli madya yang batas usia pensiun sebelumnya ditetapkan 65 (enam puluh lima) tahun maka batas usia pensiunnya tetap 65 (enam puluh lima) tahun.

3) berusia 58 (lima puluh delapan) tahun (yang lahir 7 April 1959) atau kurang dari 58 (lima puluh delapan) tahun (yang lahir setelah tanggal 7 April 1959), dan menduduki jabatan fungsional ahli pertama, jabatan fungsional ahli muda, dan jabatan fungsional penyelia, yang batas usia pensiun sebelumnya ditetapkan 60 (enam puluh) tahun maka batas usia pensiunnya menjadi 58 (lima puluh delapan) tahun.

4) berusia lebih dari 58 (lima puluh delapan) tahun (yang lahir sebelum 7 April 1959) dan menduduki jabatan fungsional ahli pertama, jabatan fungsional ahli muda, dan jabatan fungsional penyelia yang batas usia pensiun sebelumnya ditetapkan 60 (enam puluh) tahun maka batas usia pensiunnya tetap 60 (enam puluh) tahun.

PNS yang pada saat berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 lahir pada bulan April 1957 dan seterusnya serta menduduki jabatan fungsional ahli utama yang batas usia pensiun sebelumnya ditetapkan 60 (enam  puluh) tahun, menurut Surat Kepala BKN ini, batas usia pensiunnya menjadi 65 (enam puluh lima) tahun. (ARL/Humas MenPANRB/BKN)

Demikian informasi yang dapat admin share seperti dirilis laman resmi menpan.go.id (11/10/2017). Semoga bermanfaat, terima kasih, wassalamu’alaikum.wr.wb.