Home » » Kapan Melatih Anak Berpuasa?

Kapan Melatih Anak Berpuasa?

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Bagi Orang tua yang beragama muslim tentu menginginkan anak-anaknya belajar berpuasa pada Bulan Ramadhan sejak sedini mungkin.

Sebagian orang tua malah secara tidak sadar menyombongkan pada orang tua lainnya, bahwa anaknya yang masih berusia 5 tahun sudah mampu berpuasa sampai tiba adzan Maghrib.

Kapan Melatih Anak Berpuasa?


Pertanyaannya, mulai usia berapa tahun sebenarnya seorang anak mampu atau diperbolehkan melakukan ibadah puasa Ramadhan?

Dikutip dari laman Pediatrica Gadjah Mada, orangtua boleh memperkenalkan puasa kepada anak saat memasuki usia empat tahun. Caranya dilakukan secara bertahap, latih anak untuk makan sahur bersama dan berpuasa selama beberapa jam selama beberapa hari.

Pada minggu berikutnya, berikan rentang waktu berpuasa lebih lama seperti setengah hari dan selanjutnya dilatih berpuasa hingga waktu berbuka.

Agar si kecil semangat berpuasa, ciptakan suasana sahur yang menyenangkan dengan menu-menu makanan khusus si anak yang mengundang seleranya. Ajari anak makan sahur dengan lembut dan sabar. Mereka belum terbiasa terhadap pola sahur yang menyita waktu tidur dan makan dalam kondisi mengantuk.

Di siang hari, ciptakan kegiatan menarik, karena biasanya sekolah berlangsung lebih cepat. Aktivitas bermain yang tak menguras tenaga akan membuatnya lupa bahwa ia sedang berpuasa.

Mungkin tidak ada salahnya memberi anak hadiah setelah berhasil melewati satu hari puasa sesuai target. Pelukan dan ciuman hangat cukup memberi motivasi bagi anak untuk kembali berpuasa esok hari.
Baca juga: Rumah,Kunci Sukses Pola Asuh dan Pendidikan Anak
Namun, dr Susatyo JP, salah seorang dokter yang memandu rubrik konsultasi kesehatan di situs resmi Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia se-Jerman, menilai, mengajarkan anak untuk berpuasa sejak umur 4 tahun sangat berkaitan erat dengan faktor tumbuh kembang anak.

’’Maksudnya, pada usia 4 tahun seorang anak memiliki kondisi tumbuh kembang yang harus jadi pertimbangan utama orangtua dalam mengajarkan puasa,’’ katanya seperti dilansir dari situs resmi Forkom Jerman.

Ia menjelaskan, anak pada usia balita sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang tentunya memerlukan asupan nutrisi (zat makanan), yang mencukupi untuk jadi bahan dasar dan bahan bakar dari proses tersebut.

’’Sebut saja misalnya, pada usia tersebut kerja dari enzim yang diproduksi dalam saluran cerna anak berbeda fungsi dengan orang dewasa,’’ ujarnya.

Menurutnya, pada anak-anak balita, selain untuk kerja sistem pencernaan, enzim yang terdapat dalam usus juga berfungsi untuk membantu proses tumbuh kembang yang ada.

“Kalau pada orang dewasa fungsi enzim saluran cerna untuk proses tumbuh kembang ini sudah tidak ada,’’ lanjutnya. Yanuar Jatnika

Demikian info yang dapat admin share sebagaimana dikutip dari laman sahabatkeluarga. Semoga bermanfaat dan wassalam.
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment