Home » » Multi Grade Teaching, Solusi Untuk Mengatasi Kekurangan Guru Di Daerah

Multi Grade Teaching, Solusi Untuk Mengatasi Kekurangan Guru Di Daerah

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera Bapak Ibu Sahabat setia pengunjung Kolom Edukasi. Semoga semuanya selalu dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa amin.

Beberapa hari terakhir ini sebagian kita mungkin belum terlalu paham atau masih dibuat bingung atas pemberitaan yang beredar di dunia maya tentang Guru yang mengajar lebih dari satu mata pelajaran akan mendapat tambahan tunjangan.

Untuk itu admin Kolom Edukasi akan sedikit  menjelaskan kembali informasi tersebut, sesuai penjelasan resmi di laman kemdikbud.go.id. Tentunya agar kita semua tidak jadi ‘gagal paham’ atas pemberitaan tersebut he.

Sebagaimana diberitakan pada portal Kemdikbud dengan judul “Multi Grade Teaching , Pemda Harus Tambahkan Tunjangan Guru”, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi kekurangan Guru di daerah-daerah. Salah satunya adalah dengan menerapkan metode Multi Grade Teaching. Dalam metode ini, satu Guru tidak hanya mengajar satu mata pelajaran, tetapi minimal bisa mengajar dua mata pelajaran.
Multi Grade Teaching, Solusi Untuk Mengatasi Kekurangan Guru Di Daerah
Metode Multi Grade Teaching
Sesuai penjelasan Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Kemendikbud, Bapak Anas M Adam, dalam metode Multi Grade Teaching, Guru yang memiliki kelebihan jam mengajar karena mengajar lebih dari satu mata pelajaran, harus mendapatkan tunjangan tambahan dari pemerintah daerah. Namun hal itu tidak berlaku jika metode Multi Grade Teaching diterapkan untuk memenuhi kewajiban mengajar 24 jam.

Menurut Bapak Anas saat acara gelar wicara dengan Radio KBR 68 H di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Pemerintah daerah harus memberikan tunjangan kelebihan jam mengajar. Jangan sampai Guru mengajar dua mata pelajaran tapi tunjangannya hanya satu.

Beliau mengakui, kondisi kekurangan Guru masih ditemui di beberapa daerah di Indonesia. Kekurangan tersebut, katanya, ada di beberapa mata pelajaran tertentu, seperti Geografi dan Sosiologi. Selain itu, jumlah Guru untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga masih kurang. Menurut Bapak Anas Khusus untuk kekurangan Guru di SMK bisa diatasi dengan mendatangkan Guru praktisi dan bantuan Guru honorer.

"Guru produktif untuk SMK di beberapa Provinsi belum cukup. Yang ngajar (SMK) Guru honorer dan profesional, misalnya di SMK Kelautan," tutur Bapak Anas.

Selanjutnya Beliau menuturkan lagi, bahwa jumlah Guru untuk anak berkebutuhan khusus dan Sekolah Luar Biasa (SLB) juga masih kurang. Salah satu solusi yang ditempuh adalah melakukan kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), khususnya untuk Provinsi yang memiliki LPTK yang ada jurusan Pendidikan Luar Biasa.

Bagaimana Bapak Ibu Sahabat Kolom Edukasi, sekarang sudah jelaskan bahwa kewajiban Pemerintah Daerah memberikan tunjangan tambahan berlaku untuk Guru yang mengajar lebih dari satu mata pelajaran (Multi Grade Teaching ) karena memiliki kelebihan jam mengajar, bukan untuk Guru yang mengejar pemenuhan kewajiban mengajar 24 jam.

Mungkin itu dulu sedikit informasi yang dapat admin Kolom Edukasi sampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan.

Terima Kasih dan Wassalam.
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment