Home » » Kuliah Kedokteran di Universitas ini Gratis, Tapi Dengan Syarat

Kuliah Kedokteran di Universitas ini Gratis, Tapi Dengan Syarat

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Bapak Ibu Sahabat setia Kolom Edukasi di manapun berada. Semoga semuanya selalau dalam keadaan sehat amin.

Mungkin selama ini diantara kita menganggap bahwa kuliah kedokteran itu membutuhkan biaya yang sangat mahal. Pernyataan ini memang tidak salah, karena memang kenyataannya seperti itu.

Tetapi di sisi lain anggapan di atas juga tidak selamanya benar, karena ternyata saat ini di Indonesia sudah ada kampus/ universitas yang menggratiskan biaya perkuliahan jurusan kedokteran bagi mahasiswanya.

Sebagaimana diberitakan pada portal JPNN, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung saat ini menggratiskan biaya kuliah seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) sampai lulus.

Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad lantas membeber hitung-hitungan biaya sehingga biaya kuliah dokter di kampusnya bisa digratiskan.

Kuliah Kedokteran di Universitas ini Gratis, Tapi Dengan Syarat
Fakultas Kedokteran

’’Pembebasan atau beasiswa ini berlaku untuk seluruh mahasiswa FK tahun masuk 2016 ini. Kuotanya ada 250 orang,’’ katanya saat dihubungi kemarin (26/1). Selain mahasiswa kedokteran, beasiswa ini juga untuk mahasiswa dokter spesialis.

Tri Hanggono menuturkan biaya kuliah FK yang digratiskan itu sesuai dengan uang kuliah tunggal (UKT). Di dalam tabel UKT biaya kuliah kedokteran sebesar Rp 13 juta per semester atau Rp 26 juta per tahun. Dengan lama studi sampai siap praktek selama lima tahun, maka biayanya Rp 130 juta per mahasiswa.

Dengan demikian, untuk membiayai kuliah seluruh mahasiswa FK dalam satu angkatan sampai tamat atau siap berpraktek, dibutuhkan duit Rp 32,5 miliar. Untuk ukuran kampus negeri papan atas, anggaran senilai Rp 32,5 miliar tidak terlalu besar. Sebagai perbandingan dana bantuan operasional (BOPTN) di Universitas Indonesia (UI) saja, mencapai Rp 220 miliar per tahun.

Rektor kelahiran Bandung, 22 September 1962 itu mengatakan kebijakan pemberian beasiswa atau penggratisan biaya kuliah di FK bukan keputusan dadakan.

’’Kita menggodoknya sejak 2012 lalu,’’ katanya. Tetapi memang baru diumumkan sekarang, agar calon mahasiswa yang memilih FK Unpad tidak kaget.

Tri Hanggono mengatakan syarat untuk bisa masuk FK Unpad harus teken kontrak penempatan praktek saat menjadi dokter profesional nanti. Aturan ini berlaku untuk mahasiswa jalur SNM PTN maupun SBM PTN.
Baca : Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2016
Penandatangan kontrak itu merupakan wujud komitmen dari pembebasan biaya kuliah kedokteran. Penempatannya nanti akan disebar di wilayah Provinsi Jawa Barat bagian selatan. ’’Di sana masih kekurangan dokter,’’ katanya.

Pria yang terpilih menjadi rektor pada 12 Februari 2015 itu mengatakan sebagai kampus negeri badan hukum (PTN BH), Unpad diberi keleluasaan untuk mencari sumber keuangan. Nah untuk urusan biaya kuliah di FK, Tri Hanggono mengatakan tidak lagi menggunakan sumber pendanaan dari SPP mahasiswa.
Kuliah Kedokteran di Universitas ini Gratis, Tapi Dengan Syarat
Kampus Unpad

Sebagai gantinya mereka membuka kerjasama dengan banyak pihak. Termasuk diantaranya oleh pemda yang nantinya menjadi titik penempatan dosen profesional lulusan Unpad. Motivasi besar yang ditanamkan Unpad dalam program ini adalah kuliah kedokteran tidak semata dipandang sebagai investasi. Dimana nantinya jika sudah menjadi dokter, ingin mengembalikan biaya kuliah melalui jasa medis.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengapresiasi inovasi Unpad tersebut. Dia mengatakan urusan kuliah dokter, sejatinya bukan semata pada biaya saja.

’’Yang perlu diperhatikan juga, mahasiswa kedokteran setelah jadi dokter tidak mau kembali ke kampung halamannya. Ini masalah,’’ katanya di komplek Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kemarin.

Nasir mengatakan ke depan kerjasama antara kampus FK dengan pemerintah daerah asal mahasiswa juga perlu dibangun. Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu berharap, muncul gerakan dari pemda-pemda untuk mengikat putra daerah yang kuliah dokter.

Ikatan itu bisa berupa bantuan biaya pendidikan FK sampai tamat. Sebagai imbal baliknya, mereka harus siap mengabdi di daerahnya. Efek dari rangkaian ini tidak hanya membuat mahasiswa FK tidak terbebani biaya kuliah yang cukup mahal. Tetapi juga mengatasi kekurangan dokter di sejumlah daerah terpencil.

Ketika menjadi rektor dulu, Nasir juga pernah memberikan beasiswa gratis untuk mahasiswa FK dan teknik. Caranya hampir mirip dengan yang dilakukan oleh Unpad. Yaitu memanfaatkan sumber pendanaan lainnya. Dia optimis kampus-kampus lainnya juga bisa seperti Unpad. (JPNN)

Demikian informasi yang dapat admin sampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

4 komentar:

  1. Peluang bagus banget itu bagi yang berminat dan punya prestasi, mengingat biaya kuliah yang mahal untuk fakultas kedokteran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Benar mas +Isrofi Achmad ; mumpung ada kesempatan, terutama bagi yang berprestasi, apalagi persaingannya juga berat kayaknya.. karena syarat utamanya harus lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) he ^_^

      Delete
  2. jadi kangen dunia akademik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas Zaenal ; iya mas, dunia akademik dengan suka dukanya tentunya ^_^

      Delete