Home » , » Pentingnya Peran Orang Tua di Finlandia

Pentingnya Peran Orang Tua di Finlandia

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada, semoga selalu dalam keadaan sehat, amin.

Sebagaimana kita ketahui, negara Finlandia di Eropa Utara sudah lama dikenal sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, mengalahkan negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan lain-lainnya.

Pentingnya Peran Orang Tua di Finlandia


Keberhasilan negara Nordik yang beribukota di Helsinki tersebut ternyata tidak hanya terletak pada kualitas guru dan kurikulumnya, tapi juga kuatnya peran serta orang tua dalam proses pendidikan.

Dalam pendidikan di Finlandia dikenal dengan sebutan Parental engagement, dimana orang tua siswa terlibat dalam pendidikan anak di sekolah. Jadi mereka juga secara tidak langsung memiliki ikatan kerjasama dengan sekolah.

Tujuannya adalah agar memungkinkan pihak sekolah tahu bakat anak secara akurat lebih dini jadi apa yang dibutuhkan si anak lebih tersalurkan di sekolah dengan informasi dari orang tuanya ke pihak sekolah. Parental Engagement tersebut dilakukan dalam bentuk diskusi bersama orang tua dan staf sekolah.
Baca juga : Tips Mengatasi Anak Bosan Belajar
Tidak hanya itu, orang tua juga memiliki hak mengevaluasi kurikulum sehingga mereka dapat memberikan saran untuk perkembangan si anak. Ini adalah peran nyata orang tua dalam pendidikan. Jadi orang tua di Finlandia tidak sekedar mendaftarkan anak ke sekolah dan terus selesai.

Mereka punya tanggungjawab sebagai orang tua untuk memonitor kemajuan si anak dengan baik melalui keterlibatan memberikan saran dan pendapat untuk perbaikan kurikulum jika dibutuhkan.
Chatib Munif, seorang praktisi dan penulis buku-buku pendidikan, dalam bukunya “Gurunya Manusia” mencatat beberapa hal terkait paradigma orang tua di Finlandia terhadap guru yang diyakini menjadi faktor penting keberhasilan sistem pendidikan di negara tersebut.

Paradigma itu yakni :

1. Penghormatan terhadap guru dan sekolah.
Orang tua menganggap guru adalah orang tua kedua dan sekolah adalah rumah kedua. Sekolah bukan tempat yang menyeramkan, penyebab tekanan batin, dan ketegangan. Dengan seluruh daya dan upaya, para guru berusaha memahami kondisi intelektual dan emosi siswa, bahkan sampai hal-hal kecil.

2. Mengajar adalah pekerjaan rumit.

Apabila guru mengalami kesulitan mengajar kepada seorang siswa, orang tua mereka akan membantu semaksimal mungkin.

3. Guru itu pahlawan.

Orang tua menganggap guru adalah pahlawan kesuksesan anak mereka. Pemandangan yang sering terlihat, banyak siswa menghias dan memajang foto guru dikamarnya, bahkan dengan diberi tambahan kalimat, " You are my inspiration." Tidak ada lagi gurukiller.
Baca artikel menarik lainnya : Tujuh Kesalahan Orangtua dalam Menggali potensi Anak
4. Mementingkan proses.

Setiap usaha anak selalu mendapat apresiasi dari orang tua, apapun hasilnya. Jika ada anak yang mendapat nilai kognitif rendah, maka orang tua akan memberikan dorongan semangat.

5. Kritik santun dan bekerja sama.

Orang tua menyampaikan kritik terhadap sekolah dengan cara yang santun sebab memahami bahwa pekerjaan mengajar bukanlah pekerjaan yang ringan. Guru senang menerima kritik sebab menjadi saran yang sangat membantunya menyelesaikan masalah belajar.

6. Kognitif bukan utama.

Kemampuan emosional dan problem solving dibutuhkan setiap sekolah dan bekerja. Rapor dan ijazah dalam dunia kerja hanya dipakai sebagai formalitas, sumber daya manusia dihargai kompetensi psikomotorik dan afektifnya, sedangkan kemampuan kognitif diserahkan kepada sebuah alat hitung dan analisis, yang bernama komputer. #sahabatkeluarga

Demikian info tentang pentingnya peran orangtua dalam pendidikan anak, semoga bermanfaat, terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

2 komentar:

  1. Semoga setiap orang tua bisa menerapkan cara-cara ini...
    Amiin...

    ReplyDelete