Home » » Menjadi Guru adalah Pekerjaan yang Sangat Mulia

Menjadi Guru adalah Pekerjaan yang Sangat Mulia

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Guru adalah seorang pendidik sebagai insan yang mulia dan berjasa karena merekalah yang bertanggungjawab mendidik manusia bagi melahirkan generasi yang cerdas dan cakap serta sanggup melaksanakan tugas terhadap diri, keluarga, masyarakat dan negara. Guru dalam sejarah hidupnya senatiasa menghargai kejayaan anak didiknya serta sanggup berkorban dan melakukan apa saja untuk manfaat dan kesejahteraan orang lain.

Menjadi Guru adalah Pekerjaan yang Sangat Mulia


Peranan guru adalah luas. Guru adalah pendidik, pembimbing dan pendorong. Dia juga penyampai ilmu, penggerak dan penasihat. Ini bermaksud, guru atau pendidik mempunyai tugas dan tanggungjawab yang berat, olehnya itu guru bukanlah profesi sembarangan, di tangan merekalah masa depan murid dipertaruhkan.

Mereka adalah orang yang memberi pengetahuan kepada muridnya, andaikan lalai maka murid yang dihasilkan pun produk gagal. Sebaliknya lahir tokoh-tokoh besar dari guru yang luas keilmuannya.

Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Kemuliaan seorang guru datang karena ia merupakan sosok yang berperan penting dalam membawa masa depan seorang anak didiknya.

Tugas seorang guru yang mengubah orang yang bodoh menjadi orang yang pintar mengubah yang tadinya tidak tahu menjadi tahu merupakan tugas mulia yang diemban dari seorang guru. Selain itu tingkah lakunya menjadi panutan bagi semua orang. Inilah yang menjadi nilai lebih profesi ini dibandingkan dengan profesi lain, benar-benar istimewa bekerja sebagai guru.

Kedudukan guru merupakan kedudukan yang dihormati sebagai pembimbing di dalam keilmuan sehingga menjadi penyemangat dan inspirasi bagi muridnya untuk memilih bidang pekerjaan yang akan ditekuninya di masa depan, karena di tangan gurulah masa depan seorang anak berada, banyak tokoh-tokoh besar di dunia siapapun itu, mereka tidak akan seperti itu kalau bukan didik seorang guru yang hebat.

Guru bangga jika melihat anak didiknya melampaui capaiannya, karena ia telah berhasil berbuat sesuatu yang berguna bagi semua orang dengan ilmunya.

Menjadi guru memiliki tantangan yang sangat kompleks salah satunya bagaimana kita dihadapkan dengan sebuah karakter yang berbeda dan bagaimana kita dapat mendidik dari perbedaan karakter, namun seorang guru dituntut dapat mengemban tugas untuk mencerdaskan anak bangsa, sehingga hal ini menuntut seorang guru untuk memiliki jiwa sebagai seorang pendidik.

Menjadi pendidik tidaklah mudah, karena seorang guru harus menjadi bagian penting dalam perkembangan anak didiknya.

Seorang guru harus mampu memahami karakter setiap anak didiknya sehingga dapat menjalin keakraban dan kebersamaan yang nantinya dapat membantu dalam proses mendidik dan mengajarkan ilmu kepada siswa dan pada akhirnya dapat memotivasi dan mendorong siswanya untuk dapat meraih cita-cita yang diimpikan.

Menjadi guru harus ikhlas mengajarkan ilmu dengan penuh kasih sayang dan cinta serta selalu sabar dalam membimbing kita walau hanya sekedar untuk membaca, menulis dan berhitung, karena dengan keikhlasan dan kasih sayang guru dalam mengajarkan sebuah ilmu kepada setiap anak membuat terkadang diri kita terkenang akan jasa para guru.

Kesejahteraan seorang guru tidaklah seperti kesejahteraan profesi yang lain seperti pejabat, artis maupun pegawai instansi lainnya. Namun, kebanggaan dan kepuasan menjadi seorang guru tidaklah dapat diukur dari gaji yang diterima setiap bulan melainkan melakukan suatu pekerjaan mulia untuk memberikan ilmu kepada anak bangsa sehingga nantinya mereka akan menjadi manusia yang lebih baik serta kebahagiaan atas pahala yang tak pernah berhenti mengalir teruntuk seorang guru yang telah berjasa dalam mencerdaskan dan mendidik anak-anak tersebut walaupun guru tersebut telah tiada.

Olehnya itu patutlah Anda berbangga dan berbahagia saat ini jika anda berprofesi sebagai seorang guru, karena ada banyak manfaat yang dapat Anda berikan kepada anak didik Anda sehingga nantinya mereka dapat menjadi generasi muda yang berguna dan berprestasi di masa depan.

Selain itu jadilah seorang guru yang bersikap dan berakhlak baik karena anda adalah sebagai suri tauladan di tengah masyarakat terlebih menjadi teladan bagi siswa sehingga patutlah memberikan contoh yang baik kepada para siswa sehingga mereka dapat mencontoh dan meneladaninya dikemudian hari, wAllahu A’lam. Sekian, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Oleh: Muhammad Ansar, S.Pd, M.Si

Source: https://psmk.kemdikbud.go.id/konten/2042/menjadi-guru-itu-profesi-mulia
Previous
« Prev Post

8 komentar:

  1. Guru adalah pencetak generasi penerus bangsa. Indonesia ada di tangan guru se Indonesia. Artikel nya menginspirasi pak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas Nino Artikel, tanpa Guru, saya dan Anda mungkin tidak akan bisa seperti ini. Terima kasih telah berkunjung :)

      Delete
  2. poin "Kesejahteraan seorang guru tidaklah seperti kesejahteraan profesi yang lain seperti pejabat, artis maupun pegawai instansi lainnya." memang benar adanya karena ibu saya seorang guru. Namun, sayang disayang sekarang malah banyak pemberitaan anak didik yang justru berani melawan gurunya atau justru guru dikriminalisasikan. Duh, ini kita kedepan mau jadi generasi seperti apa coba.. hmmm...

    ReplyDelete
  3. Iya Mas Andika, bisa jadi faktor lingkungan terdekat dari anak tersebut yang mempengaruhi perilaku dan mentalitas seorang anak, bisa dari keluarga atau pergaulan sekitar.

    Zaman kecil saya dulu, kalau anak dijewer, dicubit atau dilempar dengan penghapus sudah biasa karena memang anaknya bandelnya sudah keterlaluan di sekolah. Kalau lapor ke orangtua malah dimarahi dan diceramahi.

    ReplyDelete
  4. Kesejahteraan guru sebenarnya sudah lebih baik gan. Tapi cuma yang punya sertifikasi doang. Guru honorer yang sangat memprihatinkan. Banyak teman saya yang menjadi guru honorer harus mencari penghasilan dari kegiatan lain. Padahal seharusnya mereka fokus pada perkembangan anak didik. Semoga pemerintah semakin memperhatikan kondisi para guru honorer. Terima kasih telah berbagi mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin... iya Mas Kandra Wilko, semoga ada perhatian juga dari Pemerintah buat kawan-kawan yang masih honorer, karena bagaimanapun juga peran mereka sama dengan guru2 lain yang sudah sertifikasi khususnya dalam mencerdaskan anak bangsa. Terima kasih telah berkunjung Mas :)

      Delete
  5. Guru = digugu lan ditiru (didengar untuk di tauladani)

    tapi jaman sekarang kok miris ya mas,..banyak siswa yg makin kurang ajar sama guru,.wibawa guru makin turun..
    entah karena kebijakan pemerintah yg membuat guru 'bertransformasi' menjadi 'pengejar materi' bukan lagi 'pengajar materi'.
    atau bisa juga karena mental siswa yang kini lebih percaya dg informasi dari teknologi,..sehingga kredibilitas guru tidak sangar lagi seperti dulu..
    ya udah, kita anggap aja itu oknum..yg penting guru tetap pondasi ilmu bagi sebuah negara...

    asyik mas, artikelnya,..salam blogger buat guru se-Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Zaman Modern seperti ini semua serba kompleks Mas Teguh. Untuk melihat permasalahan pendidikan seperti yang Mas sebut di atas kita tidak bisa melihat dari 1 aspek saja. Bisa jadi dari siswanya itu sendiri, pengaruh lingkungan terdekat siswa itu sendiri atau mungkin dari oknum guru sendiri.

      Atau bahkan bisa jadi dari kebijakan pemerintah seperti yang Mas sebut di atas. Guru yang seharusnya fokus mengajar anak didiknya harus terbagi waktunya untuk mengurus berkas ini-itu karena tuntutan yang harus dilaksanakan oleh guru dari pemerintah. wAllahu A'lam...

      Terima kasih telah berkunjung Mas Teguh, salam blogger juga :)

      Delete