Home » » Dapodik Dulu dan Sekarang

Dapodik Dulu dan Sekarang

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Sebagai operator sekolah, rasanya tidak asing lagi terhadap aplikasi yang bernama Dapodik ini. Apalagi bagi operator lama, masalah meng-instal ataupun meng-uninstal aplikasi tersebut sudah seperti menu makanan yang setiap update versi terbaru harus “menikmatinya” dengan cara memperbaruinya.

Semakin ke kini rasanya kita makin dipermudah untuk melakukan pembaruannya. Mau pilih manual atau otomatis semuanya bisa dilakukan dengan mudah.

Dulu di awal munculnya aplikasi dapodik, operator sekolah sedikit banyak agak dibuat pusing dengan aplikasi yang satu ini, maklum karena baru pertama kali memegang aplikasi yang satu ini, selain itu masih banyak “bugs” yang terdapat pada aplikasi ini, sehingga operator juga harus rajin-rajin menginstal patch terbarunya di situs resmi dapodikdas.
Baca : Sejarah Data Pokok Pendidikan
Masih teringat juga, untuk mengupdate atau menginstal dapodik secara manual, operator harus melakukan beberapa trik agar data lama yang sudah diisikan pada aplikasi dapodik tidak hilang, seperti harus mengamankan 2 file penting yang terdapat dalam aplikasi tersebut, yaitu file “database” dan “dataweb” dengan cara meng-copy aplikasi tersebut lalu mem-pastekan kembali kedua file tersebut di folder instalasinya (Folder/partisi:C) setelah diinstal ulang aplikasinya.
Dapodik Kini dan Dulu
Database dan Dataweb
Mungkin bisa dibilang kedua file yang berjumlah sekitar 150 sampai 250-an MB ini merupakan “jantung hati” bagi aplikasi dapodik, karena isi yang terdapat pada file tersebut adalah data penting sekolah, seperti data sekolah, sarpras, peserta didik, PTK, rombongan belajar, dan lain sebagainya.

Dan untuk prosedur mengcopy-pastekan pun juga tidak sembarangan, kita harus mematikan dahulu proses aplikasi tersebut yang berjalan di belakang layar (system) lewat “windows task manager”, yaitu dengan mematikan 2 file yang bernama “DapodikdasDB” dan “DapodikdasWebSrv”. Baru setelah mematikan kedua file tersebut kita bisa dengan mudah untuk meng-copy dan mem-pastekan kembali file “database” dan “dataweb” di instalasi dapodik setelah instal-ulang.

Dapodik Kini dan Dulu
DapodikdasWebSrv dan DapodikdasDB

Kenapa kok harus mematikan proses kedua file tersebut? Karena file-file tersebut pada dasarnya masih terbuka dan berjalan di belakang system laptop/computer kita, tanpa mematikan terlebih dahulu rasanya mustahil bisa sempurna bagi operator sekolah untuk mengamankan kedua file penting (database dan dataweb) tersebut.

Selain itu masih ada data yang harus diback-up oleh operator sekolah yaitu, folder “data” yang berisi “admin dan data” yang bereksistensi “DB file”. Kalau tidak salah file ini adalah data admin dan data penting dapodik juga, file ini berjumlah sekitar 160 – 500 an KB.
Dapodik Kini dan Dulu
Admin dan Data.DB file

Saat ini, bisa dibilang lebih mudah bagi operator untuk meng-uninstal dan meng-instal aplikasi dapodik di laptop/komputer. Dan metode pembaruannya pun juga relatif dikatakan lebih mudah, kita bisa memilih 2 opsi, memperbarui otomatis aplikasi dapodik lama yang telah diinstal dilaptop/komputer lewat menu “pembaruan” atau bisa memperbarui aplikasi dapodik dengan cara manual, yaitu menginstal versi terbaru (versi 4.1.1) beserta kode “prefill_dapodik”nya. #catatan : untuk menginstal aplikasi terbaru, aplikasi dapodik yang lama harus diuninstal terlebih dahulu.

Selain kerumitan proses di atas masih ada satu lagi yang dirasakan operator sekolah pada saat itu, yaitu proses sulitnya sinkronisasi data yang telah diisikan pada aplikasi dapodikdas. Untuk melakukan sinkronisasi data dibutuhkan koneksi internet yang bagus, karena tanpa koneksi internet yang bagus rasanya sulit untuk keberhasilan proses sinkronisasinya.

Selain itu dibutuhkan waktu-waktu tertentu untuk proses tersebut, karena mungkin “server” pusat dapodikdas pada saat itu masih terbatas, dalam artian bandwidth servernya masih kecil(terbatas) sedang para penggunanya (operator) yang berbarengan saat proses mensinkronisasikan, sehingga banyak terjadi kegagalan (ibaratnya mungkin karena berdesakan/uyel-uyelan yang mau masuk ke servernya).

Tidak seperti sekarang yang bisa “dibilang” lebih mudah untuk proses sinkronisasinya, setiap saat-pun kita bisa melakukannya. Mungkin karena kapasitas servernya yang sudah diupgrade lebih besar dari sebelumnya oleh Pemerintah dalam hal ini pihak Admin pusat Dapodikdas.

Demikian catatan ringkas perjalanan admin Kolom Edukasi sebagai operator sekolah dalam memegang aplikasi Dapodikdas sejak sekitar 4 sampai 5 tahun yang lalu, catatan di atas berdasarkan pengalaman admin pribadi dan beberapa teman operator sekolah yang berada di daerah kerja admin. Bisa jadi pengalaman ini berbeda dengan operator-operator sekolah lain, karena mungkin setiap operator mempunyai pengalaman sendiri-sendiri dalam mengoperasikan Dapodik, selain itu memang ada beberapa hal yang admin lupa untuk dituliskan kembali, karena waktu 4 sampai 5 tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi admin.

Sekian, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan, terima kasih 
SALAM SATU DATA!, dan wassalam.
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment