Home » » 6 Cara Mengoptimalkan Otak Kiri dan Kanan Anak

6 Cara Mengoptimalkan Otak Kiri dan Kanan Anak

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Berbagai cara dilakukan orangtua untuk mengembangkan kreatifitas anak, salah satunya adalah mengoptimalisasi otak kanan dan otak kiri putra-putri mereka.

Seperti kita ketahui otak kanan merupakan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian.

6 Cara Mengoptimalkan Otak Kiri dan Kanan Anak


Sedangkan otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri dari kemampunan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain.

Keduanya harus dikembangkan secara seimbang agar fungsi masing-masing berjalan seimbang dan saling menguatkan. Anak menjadi miskin kreativitas bila ia lebih banyak dirangsang untuk menggunakan belahan otak kirinya. Sebaliknya jika fungsi belahan otak kanannya yang lebih kerap digunakan, nantinya anak malah lambat dalam berpikir logis, linier dan teratur yang juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca sebelumnya: Tujuh Kesalahan Orangtua Dalam Menggali Potensi Anak
Agar otak kiri dan kanan anak berjalan seimbang, orang tua perlu merancang latihan dan kebiasaan yang dilakukan tiap hari, yakni:

1. Meningkatkan daya ingat dan logika berpikir

Biasakan anak untuk selalu mengulang membaca pelajaran paling tidak 3 kali agar kuat tertanam di benaknya. Coba juga mengajak anak bermain tebak-tebakan, maka anak akan terdorong untuk mengingat kembali apa yang barusan dibacanya.

Atau sesekali orangtua yang membaca dan anak mendengarnya, kemudian tanya anak kembali beberapa hal yang diingatnya. Bahkan main tebak-tebakan ini bisa dilakukan tiap waktu, sambil makan malam, sambil menonton TV, dalam perjalanan mengantarnya sekolah misalnya.

2. Alat peraga dan optimalkan panca indera

Alat peraga merupakan alat bantu yang sangat bagus untuk membuat ingatan anak makin kuat serta mudah mencerna sehingga daya analogi-logikanya berjalan. Misalnya menerangkan pembagian, pergunakan kerikil atau biji-bijian sehingga anak mudah memahami bahwa 20 biji kalau dibagi 2 maka sama rata tiap bagian akan berjumlah sepuluh.

Dengan makin banyak alat bantu yang bisa disentuh, dilihat, dibaui dan didengarnya maka akan makin kuat memori anak. Jadi optimalkan kelima panca inderanya untuk membentuk kesan yang kuat pada memorinya.

3. Biasakan rapi dan disiplin

Biasakan anak bertindak rapi dan disiplin untuk meletakkan barang-barang sesuai dengan tempatnya. Misalnya bedakan di mana tempat menaruh peralatan sekolahnya, buku-buku pelajaran, alat-alat bermain, peralatan. Hal ini untuk membantu anak tidak melupakan barang-barangnya dan tidak teledor.

4. Musik, seni dan olah raga

Di pagi hari, hidupkan musik yang dinamis, siang hari musik yang lebih menenangkan agar anak bisa beristirahat. Musik apapun merupakan stimulan yang ampuh untuk membuat kita tenang atau memberikan dorongan semangat. Dorong anak mengembangkan bakat seni atau olah raga yang nampak disukainya.

Bermain yang membutuhkan banyak gerakan fisik juga merupakan salah satu bentuk olah raga ringan yang bagus untuk merangsang otak kanannya seperti bersepeda atau kejar-kejaran. Akan lebih bagus lagi apabila lebih rutin dan terkontrol seperti berenang, lari pagi tiap minggu, karate dll.

5. Membaca dan berbahasa yang baik dan benar

Kebiasaan membaca buku-buku yang baik yang memiliki kosa kata dan dialog yang baik merupakan contoh yang sering menjadi bahan imitasi berbahasa anak sehari-hari. Maka berikan buku-buku bacaan yang berkualitas.
Baca juga: Tips Mengatasi Anak Bosen Belajar
Demikian pula cara kita berbicara akan sering didengar anak dan menjadi contoh pula caranya berkomunikasi dengan orang lain, jadi pergunakan cara berbahasa yang baik dan benar. membacakan cerita sebelum tidur, selain akan menambah kosa kata anak juga akan melatihnya berbahasa sesuai dengan dialog yang didengarnya.

6. Melatih daya tahan terhadap rasa kecewa

Biarkan dan ajarkan anak untuk merasakan bagaimana rasanya ditolak keinginannya, bagaimana menahan keinginan, ataupun rasa kecewa ketika gagal mencapai suatu hal. Caranya, dengan penjelasan yang tepat, cobalah untuk sekali-kali menolak permintaan atau keinginan anak.

Hal ini sangat berguna untuk merangsang kemampuan mengontrol diri dan melatih stabilitas emosinya.Tentu saja jangan biarkan anak frustrasi berkepanjangan, komunikasi dan berikan pengertian sehingga anak bisa belajar mentoleransi dan beradaptasi dengan rasa kecewanya. (Yanuar Jatnika) #Sahabatkeluarga

Demikian, semoga bermanfaat, terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment