Home » » Beginilah Cara Mark Zuckerberg Pendiri Facebook Dididik Ayahnya

Beginilah Cara Mark Zuckerberg Pendiri Facebook Dididik Ayahnya

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Salam sejahtera dan bahagia bagi Anda pengunjung Kolom Edukasi di manapun berada.

Siapa yang tak kenal dengan Mark Zuckerberg, pendiri jejaring sosial terbesar saat ini, Facebook. Saya yakin Anda pengunjung Kolom Edukasi termasuk salah satu penggunanya dan sebagian Anda pasti sudah mengetahui pendirinya tersebut.

Melalui jejaring sosial yang diluncurkan pertama kali pada tahun 2004 itu, pria kelahiran 14 Mei 1984 ini menjelma menjadi milyuner termuda saat ini, yakni 32 tahun. Menurut taksiran majalah Forbes, pada tahun 2016, kekayaan Mark sebesar 54,4 milyar USD atau lebih dari Rp700 triliun.

Beginilah Cara Mark Zuckerberg Pendiri Facebook Dididik Ayahnya

Dikutip dari wawancara dengan sebuah statiun radio lokal dan dilansir situs www.inc.com, ternyata dibalik kesuksesan Mark membesut Facebook, ada peran besar orang tuanya, terutama ayahnya, Dr. Edward Zuckerberg, seorang dokter gigi, dan ibunya, Karen Kempner, psikiater.

Tentunya Edward tidak secara langsung berperan dalam proses kelahiran Facebook tersebut, namun, bagaimana Edward mendidik Mark agar mampu menemukan dan mengembangkan potensinya serta memiliki sikap dan mental entrepreneurship atau kewirausahaan.
Baca sebelumnya: Empat Cara Memaksimalkan Potensi Kecerdasan Anak
Bagaimana detailnya Edward mendidik Mark sehingga sukses membesut Facebook? Inilah poin-poin penting dalam hal bagaimana mengasuh dan mendidik Mark, hasil wawancara Edward dengan radio lokal tersebut:

Jadi contoh untuk keluarga
Dr. Edward berpraktek sebagai dokter gigi di rumahnya di salah satu sudut di Kota New York. Demikian juga dengan istrinya, Karen, sebagai psikiater. Dengan demikian, sejak kecil, Mark terbiasa melihat orangtuanya bekerja di rumah, dan juga terbiasa melihat keduanya mempergunakan teknologi yang ada saat itu.

Memberikan rasa aman dan nyaman

Bagi Dr. Edward, memberikan rasa keamanan dan kenyamanan pada anak adalah tugas orangtua yang paling utama. Inilah yang membuat Dr. Zuckerberg berusaha untuk mapan terlebih dahulu sebelum dia menikah dan punya anak. Saat Mark lahir, Dr. Edward telah mapan.

Menggali, mengembangkan, dan mendukung bakat anak

Menurut Dr Edward, Mark sering merasa bosan di sekolah dan lebih suka mengutak-atik komputer yang ada di ruang kerja orang tuanya ketimbang berangkat ke sekolah. Dr. Edward menyadari betul akan hal ini, sehingga memberikan kesempatan seluas-luasnya pada Mark untuk mengembangkan minatnya lebih lanjut.
Baca juga: 3 Cara Mengenali Bakat Anak
Dari komputer milik orang tuanya itulah, Mark belajar mengenal coding pertama kali. Bahkan Mark-lah yang memperlengkapi kantor orang tuanya dengan program yang disebut ZuckNet, sebuah program instant messaging sederhana yang memungkinkan pengguna komputer satu terhubung dengan pengguna komputer yang lainnya.

Tunjukkan bahwa Anda bangga padanya

Dikatakan Dr. Edward, Mark menaruh minat besar pada matematika dan sains. Namun, Mark juga sosok yang sangat pendiam yang tak suka membicarakan mengenai prestasi yang telah diraihnya. “Saya sangat bangga akan semua hal yang telah dipilihnya, dan apa yang telah diraihnya sekarang,” kata Dr. Edward.

Berikan batasan yang jelas

Dalam mengajarkan kedisiplinan, Dr. Edward tidak menerapkan hukuman secara fisik. Namun, ia menanamkan pada Mark, bahwa ada batasan-batasan tertentu di mana tak bisa lagi mentolerir sikap dan perilaku negatif.

Dr Edward percaya, jika orangtua sendiri telah disiplin dalam memegang batasan tertentu yang tak boleh dilanggar, maka anak-anak akan terbiasa juga pada akhirnya tanpa harus ada hukuman fisik. “Kita selalu bisa menjadi orangtua yang keras dalam menerapkan disiplin, tapi ingat, anak-anak adalah anak-anak. Yang mereka butuhkan adalah sosok ayah dan ibu.”

Pastikan anak Anda bermain

Meski Mark difasilitasi sedemikian rupa untuk mengembangkan minatnya, Dr. Edward tetap memberinya waktu-waktu bermain. Jadi, meski Mark kecil hampir sepanjang waktu berada di depan komputer, namun Dr. Edward juga menyediakan permainan-permainan lain untuknya.

Kesimbangan antara bekerja dan hidup

Dr Edward mengakui, dengan ia dan istrinya bekerja dari rumah, keduanya mampu menyeimbangkan antara pekerjaan dan tugas mendampingi anak-anaknya. Tak bermaksud mengurangi peran para orangtua yang bekerja di luar rumah, Dr. Edward menyarankan agar para orang tua bisa menemukan titik keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi tersebut. #Yanuar Jatnika

Demikian info cara mendidik anak ala Dr. Edward Zuckerberg yang dapat admin share sebagaimana dikutip dari laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id. Semoga bermanfaat, terima kasih dan wassalam.
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment